Menkop Dorong Pertumbuhan Koperasi Kreatif untuk Perkuat Ekonomi Generasi Muda
Perkembangan ekonomi kreatif mendorong munculnya berbagai bentuk koperasi baru yang melibatkan generasi muda. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyebut koperasi berbasis sektor kreatif, seperti koperasi konten kreator, animator, hingga petani milenial, mulai berkembang sebagai bentuk adaptasi koperasi terhadap kebutuhan zaman.
Baca Juga “Menko Airlangga Pede Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen Kuartal II-2026“
Menurut Ferry, meningkatnya minat anak muda terhadap koperasi menunjukkan adanya perubahan pandangan terhadap lembaga ekonomi berbasis anggota tersebut. Koperasi kini tidak hanya bergerak pada sektor usaha konvensional, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri digital dan ekonomi kreatif.
Koperasi Konten Kreator dan Animator Mulai Mendapat Perhatian Anak Muda
Saat memberikan kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Ferry Juliantono mengatakan Kementerian Koperasi telah menerima pendaftaran sejumlah koperasi yang diprakarsai oleh generasi muda.
Ia menjelaskan, beberapa koperasi baru bergerak di bidang yang sebelumnya belum banyak dikaitkan dengan koperasi, seperti produksi konten digital, animasi, dan sektor kreatif lainnya. Perkembangan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa literasi koperasi di kalangan generasi muda semakin meningkat.
“Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya, bahkan kalau di kampus HKBP Nommensen ini ada koperasi mahasiswa. Kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar,” ujar Ferry.
Kementerian Koperasi berkomitmen memberikan pendampingan agar koperasi-koperasi baru tersebut mampu berkembang secara profesional. Dukungan yang diberikan mencakup pembinaan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengelola, hingga fasilitasi pengembangan usaha.
Koperasi Dinilai Relevan untuk Ekonomi Digital dan Kreatif
Ferry menilai koperasi tetap memiliki peran penting di tengah perubahan ekonomi modern. Model usaha berbasis anggota tersebut dianggap sesuai dengan karakter generasi muda yang banyak bergerak dalam sektor kreatif dan digital.
Melalui koperasi, para pelaku ekonomi kreatif dapat membangun jaringan kerja sama, memperkuat kapasitas bisnis, serta meningkatkan daya tawar dalam industri yang semakin kompetitif.
Bagi konten kreator, animator, dan pelaku industri kreatif lainnya, koperasi dapat menjadi wadah untuk mengelola berbagai kebutuhan usaha secara bersama. Mulai dari pengembangan produksi, pemasaran karya, akses pembiayaan, hingga peningkatan kemampuan anggota.
Pemerintah melihat potensi besar dari keterlibatan generasi muda dalam koperasi karena kelompok tersebut memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan tren ekonomi baru.
Kemenkop Dorong Anak Muda Terlibat dalam Koperasi Desa Merah Putih
Selain mendorong pembentukan koperasi kreatif, Ferry juga mengajak generasi muda berperan aktif dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih (Simkopdes) hingga 27 Juli 2026, sebanyak 83.382 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, sebagian besar koperasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Tidak seluruhnya telah memiliki fasilitas pendukung seperti gerai usaha, gudang, maupun infrastruktur operasional lainnya.
Sebagai langkah awal, sekitar 1.000 KDKMP di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah mulai menjalankan kegiatan usaha. Pengembangan tersebut menjadi contoh awal implementasi koperasi desa yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
KDKMP Buka Peluang Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Lulusan Muda
Ferry menjelaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki tujuh unit usaha yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi. Lulusan perguruan tinggi dinilai memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu pengelolaan koperasi secara lebih modern.
Keterlibatan anak muda diharapkan dapat membawa inovasi baru dalam pengelolaan koperasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital, pengembangan strategi pemasaran, serta peningkatan efisiensi operasional.
Ferry juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan koperasi melalui riset, pendampingan, dan pemberian masukan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
Ia mengapresiasi Universitas HKBP Nommensen yang menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan KDKMP di Sumatera Utara. Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat dinilai dapat mempercepat penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Pengembangan Koperasi Membutuhkan Penyesuaian dengan Potensi Daerah
Menurut Ferry, proses pengembangan KDKMP masih membutuhkan penyempurnaan secara berkelanjutan. Setiap koperasi perlu menyesuaikan jenis usaha dengan potensi, kebutuhan, serta karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut diperlukan agar koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Dengan semakin banyaknya koperasi berbasis kreativitas dan keterlibatan generasi muda, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia. Transformasi koperasi melalui inovasi digital dan sektor kreatif menjadi langkah penting untuk memastikan koperasi tetap relevan di masa depan.
Kehadiran koperasi konten kreator, animator, dan berbagai sektor kreatif lainnya menunjukkan bahwa model koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi modern. Dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat daya saing koperasi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.
Baca Juga “Airlangga sebut ekonomi kuartal II-2026 masih tumbuh di atas 5 persen“