Transaksi UMKM BISA Ekspor Capai US$251 Juta pada Semester I-2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut transaksi melalui program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencapai US$251 juta pada semester I-2026.
Nilai tersebut setara sekitar Rp4,49 triliun. Capaian itu menunjukkan peningkatan akses pelaku UMKM terhadap pasar internasional melalui fasilitasi ekspor yang disediakan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Baca Juga “Bos Lippo James Riady Bakal Borong 20 Ribu Motor Listrik Nasional“
Sebagian Besar Peserta Belum Pernah Ekspor
Budi mengatakan sekitar 60-70 persen UMKM yang memperoleh fasilitasi melalui program tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
Menurut dia, Kemendag membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
“Tahun ini Januari-Juni itu malah (transaksi) sudah 251 juta dolar AS. Itu UMKM yang 60-70 persen belum pernah ekspor,” kata Budi saat Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis.
Fasilitasi tersebut memungkinkan UMKM mengikuti proses penjajakan bisnis tanpa harus bertemu langsung dengan calon pembeli pada tahap awal.
Kemendag memanfaatkan komunikasi daring untuk mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Kemendag Hubungkan UMKM dengan Calon Pembeli
Program UMKM BISA Ekspor dirancang untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses pasar di luar negeri.
Pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di negara tujuan.
Perwakilan perdagangan kemudian membantu mencari calon pembeli yang berpotensi membutuhkan produk tersebut.
Setelah calon pembeli ditemukan, pelaku UMKM dapat melanjutkan komunikasi dan presentasi produk untuk menjajaki kerja sama bisnis.
“Bapak Ibu tinggal presentasi ke perwakilan kita di luar negeri ke Atase Perdagangan, ITPC ya. Nanti perwakilan kita, ada ITPC, kemudian mencarikan buyer,” ujar Budi.
Skema tersebut memberi peluang bagi UMKM yang belum memiliki pengalaman ekspor untuk memahami proses pencarian pasar dan calon mitra bisnis.
Capaian Semester I-2026 Lampaui Nilai Transaksi 2025
Capaian US$251 juta pada Januari-Juni 2026 telah melampaui nilai transaksi UMKM BISA Ekspor sepanjang 2025.
Kemendag mencatat program tersebut memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan nilai transaksi US$134,87 juta pada 2025.
Nilai tersebut terdiri atas purchase order sebesar US$57,45 juta dan potensi transaksi sebesar US$77,42 juta.
Jika dibandingkan dengan capaian 2025, nilai transaksi pada semester I-2026 meningkat sekitar 86 persen.
Angka tersebut juga menunjukkan bahwa nilai transaksi yang dicapai dalam enam bulan pertama 2026 sudah jauh lebih tinggi dibandingkan total capaian program pada tahun sebelumnya.
Kemendag Targetkan Transaksi UMKM Terus Tumbuh
Budi sebelumnya menyampaikan optimisme nilai transaksi UMKM BISA Ekspor dapat mencapai sekitar US$300 juta sepanjang 2026.
Target tersebut didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.
Jaringan tersebut berperan memberikan informasi mengenai karakteristik pasar tujuan dan membantu mempertemukan UMKM dengan calon pembeli.
Bagi UMKM, akses terhadap informasi pasar menjadi salah satu faktor penting sebelum memasuki pasar internasional.
Pendampingan dari perwakilan perdagangan juga dapat membantu pelaku usaha mengenali peluang bisnis yang sesuai dengan karakteristik produk mereka.
Platform Digital Buka Peluang Ekspor bagi UMKM
Budi menilai platform perdagangan elektronik dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di luar negeri.
Transaksi ritel dalam jumlah kecil dapat menjadi tahap awal sebelum berkembang menjadi kerja sama antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B).
Menurut Budi, konsumen yang membeli produk dalam skala kecil dapat berasal dari importir yang kemudian melihat potensi produk tersebut.
“Yang membeli itu bisa jadi sebenarnya importir. Yang membeli importir kemudian tahu produknya bagus, nanti komunikasi akhirnya bisa ekspor,” ujar Budi.
Pemanfaatan kanal digital dengan demikian dapat membuka jalur baru bagi UMKM untuk menguji respons pasar sebelum memperluas penjualan ke skala bisnis yang lebih besar.
Prospek Ekspor UMKM pada Semester II-2026
Capaian US$251 juta pada semester I-2026 menjadi modal penting bagi Kemendag untuk mengejar target transaksi sekitar US$300 juta hingga akhir tahun.
Kemampuan program dalam menjangkau pelaku usaha yang belum pernah mengekspor juga menjadi indikator penting dalam memperluas basis eksportir nasional.
Pada semester II-2026, keberlanjutan pendampingan, perluasan akses pembeli, serta pemanfaatan platform digital akan menjadi faktor yang dapat mendukung peningkatan transaksi UMKM ke pasar global.
Baca Juga “RI memperkuat kemandirian transportasi lewat motor listrik nasional“