KPPBC Bengkulu Bukukan Pendapatan Negara Rp1,8 Miliar pada Semester I 2026
Peningkatan Ekspor dan Aktivitas Kepabeanan Dorong Kinerja Penerimaan Bea Cukai Bengkulu
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu mencatat penerimaan negara dari sektor kepabeanan mencapai Rp1,8 miliar hingga Semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan 2,10 persen dari target penerimaan tahun ini sebesar Rp85 miliar. Meski persentasenya masih relatif kecil, realisasi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala KPPBC TMP C Bengkulu, Nazwar, mengatakan kinerja penerimaan pada 2026 mengalami perkembangan yang jauh lebih baik. Menurutnya, pada periode yang sama tahun lalu, instansinya belum memperoleh penerimaan dari bea masuk maupun bea keluar sebagaimana yang telah tercatat tahun ini.
Secara tahunan, penerimaan negara melalui KPPBC Bengkulu melonjak hingga 3.863,71 persen dibandingkan Semester I 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan mulai pulihnya aktivitas perdagangan internasional di wilayah Bengkulu, terutama setelah kembali aktifnya kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai.
Nazwar menjelaskan bahwa target penerimaan tahun 2026 sebagian besar masih bergantung pada penerimaan bea keluar dari komoditas batu bara. Namun, realisasi belum dapat dimaksimalkan karena regulasi yang menjadi dasar pemungutan bea keluar komoditas tersebut hingga kini belum diterbitkan. Kondisi tersebut membuat potensi penerimaan negara belum sepenuhnya dapat direalisasikan.
Meski demikian, sejumlah sektor telah memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan negara. Penerimaan dari bea keluar telah mencapai sekitar Rp1,10 miliar,or, aktivitas kepabeanan di Bengkulu juga mulai menunjukkan perkembangan dari sisi impor. Hingga Juni 2026, KPPBC Beng sedangkan penerimaan dari sektor cukai tercatat sekitar Rp700 juta. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika penerimaan cukai baru mencapai sekitar Rp42 juta.
Selain peningkatan ekspor, aktivitas kepabeanan di Bengkulu juga mulai menunjukkan perkembangan dari sisi impor. Hingga Juni 2026, KPPBC Bengkulu telah memproses lima registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk barang bawaan penumpang dari luar negeri. Meskipun jumlahnya belum besar, aktivitas tersebut menjadi indikator meningkatnya layanan kepabeanan di wilayah tersebut.
Nazwar menyebut revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan aktivitas ekspor. Pelabuhan tersebut kini kembali melayani pengiriman berbagai komoditas unggulan Bengkulu ke pasar internasional, menjadi penyumbang utama aktivitas ekspor. Produk tersebut dikirim ke sejumlah negara seperti Vietnam, Pakistan, dan Thailand. Selain batu bara, Bengkulu cangkang sawit sebenarnya direncanakan berlangsung tiga kali sepanjang semester pertama tahun ini. Namun hingga akhir Juni, baru satu pengiriman yang berhasil direalisasikan. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan fre sehingga berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara dari sektor kepabeanan.
Baca Juga “Awak Kapal Perikanan Wajib Punya Sertifikat Kompetensi hingga BPJS Ketenagakerjaan“
Komoditas batu bara masih menjadi penyumbang utama aktivitas ekspor. Produk tersebut dikirim ke sejumlah negara seperti Vietnam, Pakistan, dan Thailand. Selain batu bara, Bengkulu juga berhasil mengekspor cangkang sawit ke Jepang sebagai bagian dari diversifikasi pasar ekspor daerah.
Menurut Nazwar, ekspor cangkang sawit sebenarnya direncanakan berlangsung tiga kali sepanjang semester pertama tahun ini. Namun hingga akhir Juni, baru satu pengiriman yang berhasil direalisasikan. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan frekuensi ekspor pada semester berikutnya agar target perdagangan internasional dapat tercapai.
Tidak hanya batu bara dan cangkang sawit, sejumlah komoditas lain juga memberikan kontribusi terhadap nilai ekspor Bengkulu. Produk seperti kayu olahan, kopi, lintah, serta kepiting turut dipasarkan ke berbagai negara, memperlihatkan semakinapaian ini menunjukkan sektor ekspor mulai menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan kontrib berbagai sektor lain. Permintaan jasa logistik, transportasi, pergudangan, hingga tenaga kerja diperkirakan ikut meningkat seiring bertambahnya arus barang menuju pasar internasional. Kondisi tersebut dapat memperku beragamnya komoditas ekspor dari provinsi tersebut.
Data KPPBC Bengkulu menunjukkan volume ekspor hingga Juni 2026 mencapai 398.387,4 metrik ton. Angka tersebut meningkat sangat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 755,89 metrik ton. Kenaikan volume tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri setelah infrastruktur logistik kembali beroperasi secara optimal.
Sejalan dengan kenaikan volume pengiriman, nilai ekspor Bengkulu selama Semester I 2026 tercatat mencapai sekitar Rp481,7 miliar. Capaian ini menunjukkan sektor ekspor mulai menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
Peningkatan aktivitas ekspor juga diperkirakan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor lain. Permintaan jasa logistik, transportasi, pergudangan, hingga tenaga kerja diperkirakan ikut meningkat seiring bertambahnya arus barang menuju pasar internasional. Kondisi tersebut dapat memperkuat daya saing ekonomi Bengkulu dalam jangka panjang.
Meski demikian, optimalisasi penerimaan negara masih bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kepastian regulasi mengenai bea keluar komoditas strategis. Apabila aturan tersebut telah diterbitkan, pemerintah memiliki peluang meningkatkan realisasi penerimaan secara lebih signifikan pada paruh kedua tahun ini.
Ke depan, KPPBC Bengkulu akan terus memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepabeanan untuk mendukung kelancaran aktivitas ekspor dan impor. Dengan meningkatnya volume perdagangan internasional serta berkembangnya komoditas ekspor daerah, penerimaan negara diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional maupun pembangunan Provinsi Bengkulu.
Baca Juga “Kementan percayakan Unhas produksi drone senilai Rp11 miliar“