Bappenas Dorong Hunian Vertikal Terintegrasi untuk Perkuat Transportasi Massal
Pembangunan Hunian Vertikal Dinilai Mampu Mendukung Kota Berkelanjutan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menilai pembangunan hunian vertikal memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan transportasi massal di kawasan perkotaan.
Menurut Rachmat, penataan ruang yang terintegrasi dengan pembangunan perumahan menjadi faktor utama dalam menciptakan kota yang berkelanjutan. Hunian vertikal dapat menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan lahan sekaligus meningkatkan kepadatan kawasan yang mendukung layanan transportasi publik.
Baca Juga “ASDP Terapkan Standar Baru Sterilisasi di Enam Pelabuhan, Ini Lokasinya“
Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Rachmat menekankan bahwa pola hunian masyarakat sangat berpengaruh terhadap sistem mobilitas sebuah kota.
Kepadatan Kawasan Menjadi Faktor Penting Pengembangan Transportasi Publik
Rachmat menjelaskan bahwa transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) membutuhkan kawasan dengan tingkat kepadatan tertentu agar dapat berjalan optimal.
Menurutnya, pembangunan transportasi dan perumahan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Kawasan hunian yang memiliki akses dekat dengan transportasi publik dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Penting penataan ruang yang mendukung pembangunan kota berkelanjutan. Pengalaman berbagai negara menunjukkan pembangunan hunian vertikal dapat menjaga ketersediaan lahan sekaligus mendukung sistem transportasi massal,” ujar Rachmat dalam keterangan resmi Bappenas.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kawasan perkotaan membutuhkan dukungan transportasi yang memadai. Sebaliknya, sistem transportasi publik juga memerlukan kawasan dengan aktivitas ekonomi dan permukiman yang cukup padat.
“Kalau kita tidak mulai sekarang, kita tidak akan pernah mulai,” kata Rachmat saat membahas pentingnya integrasi pembangunan perumahan, tata ruang, dan transportasi.
Sektor Perumahan Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Selain mendukung mobilitas perkotaan, Bappenas juga melihat sektor perumahan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Rachmat menyebut sektor perumahan memiliki efek luas terhadap berbagai industri pendukung, seperti konstruksi, bahan bangunan, pembiayaan, hingga tenaga kerja.
“Perumahan di seluruh dunia selalu menjadi indikator ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, sektor perumahan yang pertama bergerak. Sebaliknya, ketika ekonomi melemah, sektor inilah yang pertama terdampak,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan perumahan perlu menjadi salah satu prioritas nasional setelah berbagai program strategis pemerintah berjalan. Sektor ini dinilai mampu menjadi penggerak yang memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lainnya.
Pengembangan hunian vertikal juga dinilai relevan dengan tantangan perkotaan saat ini. Keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya kebutuhan mobilitas membuat konsep hunian yang lebih efisien semakin dibutuhkan.
Pemerintah Siapkan Strategi Perumahan Terpadu
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun kebijakan perumahan nasional berdasarkan kajian akademik, pengalaman berbagai negara, dan kondisi historis pembangunan.
Menurut Fahri, pembangunan perumahan menjadi bagian dari proses transformasi Indonesia menuju negara maju. Ia menilai penyediaan rumah yang layak dan terjangkau membutuhkan pengelolaan berbagai aspek secara bersamaan.
“Agar rumah benar-benar terjangkau, negara harus memegang tiga instrumen utama, yaitu tanah, tata ruang, dan pembiayaan jangka panjang,” kata Fahri.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan tiga instrumen tersebut secara terpadu dapat membantu pemerintah menata kawasan kumuh tanpa melakukan penggusuran. Selain itu, pembangunan kota dapat berjalan lebih terarah dan masyarakat memperoleh akses terhadap hunian yang layak.
Integrasi Hunian dan Transportasi Jadi Arah Pengembangan Kota Masa Depan
Konsep pembangunan hunian vertikal yang terhubung dengan transportasi massal menjadi salah satu pendekatan yang banyak diterapkan di berbagai kota besar dunia.
Model tersebut memungkinkan masyarakat tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas dan memiliki akses mudah menuju transportasi publik. Dengan demikian, perjalanan harian dapat menjadi lebih efisien serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.
Bappenas menilai perencanaan kota ke depan perlu mengutamakan keterhubungan antara tempat tinggal, pusat ekonomi, dan layanan transportasi. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan perkotaan yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Pembangunan hunian vertikal tidak hanya menjadi solusi keterbatasan lahan, tetapi juga dapat memperkuat sistem transportasi massal dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bappenas menekankan pentingnya integrasi antara perumahan, tata ruang, dan transportasi agar pembangunan kota berjalan lebih efektif. Ke depan, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci untuk menghadirkan hunian terjangkau sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga “Wamen PKP sebut Perumnas kembali jadi pemain utama perumahan rakyat“