Menko AHY Resmikan Penataan Permukiman Kumuh Terpadu di Gresik
Kawasan Desa Campurejo Ditata untuk Tingkatkan Kualitas Hunian Warga
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan kawasan hasil penataan permukiman kumuh di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hunian masyarakat.
Peresmian kawasan ini dilakukan saat AHY menjalankan kunjungan kerja di Jawa Timur. Pemerintah menargetkan penataan permukiman tidak hanya memperbaiki kondisi fisik wilayah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi warga.
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan program tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang lebih layak.
Baca Juga “Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta“
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak, sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Herzaky dalam keterangannya di Gresik.
Penataan Permukiman Kumuh Gresik Meliputi Infrastruktur Dasar
Kawasan yang diresmikan merupakan bagian dari pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Program tersebut mencakup area seluas 8,97 hektare dengan total 246 unit rumah yang mendapatkan penataan. Pemerintah melakukan berbagai peningkatan infrastruktur dasar untuk mendukung kualitas kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Pekerjaan penataan meliputi peningkatan kualitas hunian, pembangunan jalan lingkungan, perbaikan sistem drainase, penyediaan jaringan air minum, pembangunan sanitasi, hingga pengelolaan sampah secara terpadu.
Melalui pembangunan fasilitas tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan memiliki akses infrastruktur dasar yang lebih baik.
Penataan kawasan permukiman kumuh menjadi salah satu fokus pembangunan karena kondisi lingkungan yang tidak memadai dapat memengaruhi kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Pemerintah Dorong Kolaborasi dalam Pengentasan Kawasan Kumuh
Herzaky menjelaskan bahwa penanganan permukiman kumuh membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, serta masyarakat perlu terlibat dalam memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah juga menekankan manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup.
“Kunjungan kerja Menko AHY menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekonomi daerah,” jelas Herzaky.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang mengutamakan pemerataan infrastruktur. Perbaikan kawasan permukiman diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Selain memperbaiki fasilitas dasar, penataan kawasan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi jumlah wilayah kumuh di berbagai daerah Indonesia.
Kunjungan Kerja AHY Perkuat Sinergi Pembangunan Jawa Timur
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur pada 1-2 Agustus 2026, AHY juga menghadiri sejumlah agenda lain. Salah satunya adalah menghadiri kegiatan Surabaya Marathon di Kota Surabaya.
Selain itu, AHY dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat.
Pemerintah melihat kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan yang inklusif.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai kelompok sosial diharapkan mampu mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat luas.
Penataan Permukiman Jadi Langkah Menuju Lingkungan Berkelanjutan
Peresmian kawasan penataan permukiman kumuh di Gresik menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan standar hunian masyarakat. Infrastruktur dasar yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang berkualitas.
Melalui program PPKT, pemerintah tidak hanya memperbaiki kawasan secara fisik, tetapi juga membangun fondasi lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ke depan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Perawatan lingkungan secara bersama menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Penataan permukiman kumuh di Desa Campurejo menjadi salah satu contoh kolaborasi pembangunan yang menggabungkan peningkatan infrastruktur, kualitas hunian, dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga “Bupati Banyuwangi: Desa Kemiren dapat pendampingan khusus Kemenpar“