Update Kebijakan Subsidi & Bansos

Primaverse Perluas Bisnis Karbon Kredit Komunitas RI

Primaverse Bangun Model Karbon Kredit Berbasis Desa Untuk Perkuat Ekonomi Hijau Indonesia
Investasi Karbon Diarahkan Untuk Menggabungkan Konservasi Alam Dan Peningkatan Kesejahteraan Warga

Primaverse Sdn Bhd memperluas langkah bisnisnya di Indonesia dengan mengembangkan proyek karbon kredit yang mengutamakan keterlibatan masyarakat sekitar kawasan konservasi. Perusahaan asal Malaysia tersebut membawa konsep ESG sebagai dasar pengelolaan proyek agar manfaat lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial.

Baca Juga “Bapanas Gelar 6.589 Gerakan Pangan Murah Hingga Juli 2026, di Sini Lokasinya

Bagi Primaverse, pasar karbon tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengurangan emisi. Perusahaan melihat sektor ini sebagai peluang untuk menciptakan ekosistem baru yang menghubungkan pelestarian hutan, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan tata kelola yang transparan.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui kerja sama dengan komunitas lokal sejak tahap penyusunan rencana hingga pengelolaan kegiatan di lapangan. Masyarakat ditempatkan sebagai mitra utama yang ikut berperan dalam menjaga keberlanjutan proyek.

Direktur Business Development Primaverse Sdn Bhd, Mohd Hafiz Bin Mohd Jamil, menyampaikan bahwa prinsip ESG menjadi fondasi utama dalam seluruh pengembangan proyek karbon perusahaan.

“Fondasi utama kami adalah proyek ESG, karena proyek kami itu melibatkan konservasi hutan. Kami melibatkan penduduk lokal setempat, termasuk dalam program pendidikan dan pembangunan sosial,” ujar Hafiz dalam keterangan resmi di Jakarta.

Proyek Reforestasi Manfaatkan Potensi Lokal Dan Teknologi Pemantauan

Salah satu fokus utama Primaverse berada pada kegiatan pemulihan hutan melalui program reforestasi. Perusahaan menggunakan tanaman lokal yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan di setiap wilayah agar proses rehabilitasi ekosistem berjalan lebih efektif.

Dalam mendukung program tersebut, Primaverse membangun fasilitas pembibitan pohon yang melibatkan masyarakat setempat. Kehadiran pusat pembibitan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan tanaman proyek, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi warga.

Pengelolaan proyek karbon juga didukung oleh teknologi modern. Primaverse menggunakan drone dan citra satelit untuk memantau kondisi kawasan serta membantu proses evaluasi kemampuan hutan dalam menyerap karbon.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari mekanisme Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) yang berfungsi memastikan data proyek tercatat secara sistematis. Keakuratan data menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kredit karbon yang dihasilkan.

Masyarakat Lokal Didorong Menjadi Pelaku Utama Ekonomi Karbon

Primaverse menilai keberhasilan proyek karbon bergantung pada keterlibatan masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi. Karena itu, perusahaan memasukkan program sosial sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis.

Warga lokal dilibatkan dalam berbagai aktivitas, termasuk penanaman pohon, pemeliharaan area konservasi, proses pemantauan, hingga pengelolaan pusat pembibitan. Keterlibatan tersebut diharapkan menciptakan rasa memiliki terhadap proyek yang berjalan.

Selain memberikan peluang kerja, perusahaan juga menjalankan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor karbon.

Primaverse juga mengembangkan koperasi karbon desa sebagai wadah pengelolaan manfaat proyek di tingkat komunitas. Melalui kelembagaan tersebut, masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan program.

Di sisi lain, program digital “Adopsi Pohon” menjadi upaya perusahaan memperluas keterlibatan publik dalam kegiatan konservasi. Program ini memperkenalkan cara baru bagi masyarakat untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Sistem Digital Dan Blockchain Perkuat Transparansi Pengelolaan Karbon

Dalam aspek tata kelola, Primaverse menerapkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan keterbukaan pengelolaan proyek. Perusahaan menggunakan aplikasi digital untuk mendukung pelaporan aktivitas serta pemantauan perkembangan program.

Penggunaan teknologi blockchain juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keamanan dan transparansi pencatatan data karbon. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan berbagai pihak terhadap proses pengelolaan proyek.

Selain teknologi, Primaverse membentuk struktur kelembagaan di tingkat desa agar pengelolaan proyek dapat berjalan secara kolaboratif. Model tersebut memungkinkan masyarakat memiliki peran lebih besar dalam menjaga keberlanjutan kegiatan konservasi.

Hafiz menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperluas kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia. Kolaborasi tersebut mencakup sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan bisnis karbon kredit.

“Ke depan kami akan terus bekerja sama dengan mitra lokal, khususnya di bidang pendidikan dan pembangunan perusahaan karbon kredit. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat lokal, karena fondasi kami adalah ESG,” katanya.

Pengakuan ESG Membuka Peluang Pengembangan Bisnis Karbon Berkelanjutan

Komitmen Primaverse dalam menerapkan prinsip keberlanjutan mendapat apresiasi melalui penghargaan IDX Channel Anugerah ESG 2025. Penghargaan tersebut menjadikan Primaverse sebagai perusahaan Malaysia pertama yang menerima penghargaan ESG tersebut di Indonesia.

Pencapaian ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perusahaan yang mampu menggabungkan tujuan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap solusi pengurangan emisi, sektor karbon kredit memiliki peluang berkembang di Indonesia. Namun, keberhasilan industri ini membutuhkan proyek yang memiliki kredibilitas, transparansi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Primaverse berupaya membangun model bisnis karbon yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung perlindungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Baca Juga “SAKA perkuat eksplorasi WK Pekawai untuk temukan cadangan migas baru