<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekonomi Archives - beritabavet.id</title>
	<atom:link href="https://beritabavet.id/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabavet.id/tag/ekonomi/</link>
	<description>Analisis Kebijakan Ekonomi &#38; Regulasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 13:52:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Harga Komoditas Turun</title>
		<link>https://beritabavet.id/ekonomi-indonesia-tetap-solid-meski-harga-komoditas-turun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:52:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pajak UMKM & Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=131</guid>

					<description><![CDATA[<p>EKONOMI INDONESIA TETAP SOLID DI TENGAH TEKANAN HARGA KOMODITASFundamental Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global Pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil meski menghadapi tekanan harga komoditas global. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menegaskan bahwa indikator utama ekonomi masih menunjukkan kinerja positif. Baca Juga &#8220;BI: Model GTAP jadi alat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/ekonomi-indonesia-tetap-solid-meski-harga-komoditas-turun/">Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Harga Komoditas Turun</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><mark>EKONOMI INDONESIA TETAP SOLID DI TENGAH TEKANAN HARGA KOMODITAS</mark><br>Fundamental Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global</p>



<p>Pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil meski menghadapi tekanan harga komoditas global. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menegaskan bahwa indikator utama ekonomi masih menunjukkan kinerja positif.</p>



<p>Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Model GTAP jadi alat strategis analisis kebijakan ekonomi regional">BI: Model GTAP jadi alat strategis analisis kebijakan ekonomi regional</a></em></strong>&#8220;</p>



<p>Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran lima persen. Inflasi juga terjaga di level yang relatif rendah, mencerminkan stabilitas daya beli masyarakat. Kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah gejolak global.</p>



<p>Indikator Utama: Inflasi Terkendali dan Surplus Perdagangan</p>



<p>Data terbaru menunjukkan inflasi Indonesia mencapai 3,48 persen secara tahunan pada Maret 2026. Angka ini masih berada dalam rentang target pemerintah dan bank sentral.</p>



<p>Selain itu, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar USD1,27 miliar pada Februari 2026. Surplus ini melanjutkan tren positif selama 70 bulan berturut-turut, atau lebih dari lima tahun.</p>



<p>Menurut Suahasil, capaian ini menjadi indikator penting kekuatan ekonomi nasional.&nbsp;<mark>“Tidak banyak negara yang mampu menjaga pertumbuhan di atas lima persen dengan inflasi sekitar tiga persen dan surplus perdagangan yang konsisten,” ujarnya.</mark></p>



<p>Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Harga Komoditas</p>



<p>Pemerintah menyadari bahwa fluktuasi harga komoditas global dapat memengaruhi kinerja ekonomi. Oleh karena itu, strategi pembangunan difokuskan pada penguatan sektor domestik dan diversifikasi ekonomi.</p>



<p>Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah. Dengan memperkuat sektor manufaktur dan konsumsi domestik, ekonomi diharapkan lebih tahan terhadap guncangan eksternal.</p>



<p>Selain itu, cadangan devisa yang memadai juga menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.</p>



<p>Lima Agenda Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan</p>



<p>Pemerintah menjalankan lima agenda utama pembangunan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.</p>



<p>Kedua, pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi. Ketiga, reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi yang efisien dan responsif.</p>



<p>Keempat, penguatan kebijakan ekonomi makro yang adaptif terhadap dinamika global. Kelima, menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi.</p>



<p>Suahasil menekankan bahwa konsistensi dalam menjalankan agenda ini menjadi kunci keberhasilan. Implementasi strategi tersebut diterjemahkan dalam kebijakan anggaran negara setiap tahun.</p>



<p>Kredibilitas Kebijakan Jadi Faktor Penentu</p>



<p>Selain strategi pembangunan, kredibilitas kebijakan juga menjadi faktor penting. Pemerintah menilai kepercayaan publik dan pelaku usaha sangat bergantung pada konsistensi kebijakan fiskal dan moneter.</p>



<p>Instrumen seperti APBN dan kebijakan investasi harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, kepercayaan investor dapat terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi.</p>



<p>“Kredibilitas menjadi modal utama dalam mengelola kebijakan ekonomi,” kata Suahasil. Pernyataan ini menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam menjaga stabilitas.</p>



<p>Konteks Global dan Tantangan ke Depan</p>



<p>Di tengah perlambatan ekonomi global dan volatilitas harga komoditas, banyak negara menghadapi tekanan pertumbuhan. Indonesia relatif mampu menjaga stabilitas berkat kekuatan pasar domestik.</p>



<p>Namun, tantangan tetap ada, termasuk fluktuasi harga energi, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan kebijakan moneter global. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.</p>



<p>Diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah industri menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan tersebut.</p>



<p>Kesimpulan: Ketahanan Ekonomi Didukung Konsistensi Kebijakan</p>



<p>Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan global. Indikator seperti pertumbuhan, inflasi, dan surplus perdagangan menjadi bukti stabilitas tersebut.</p>



<p>Ke depan, keberhasilan menjaga momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan kredibilitas pemerintah. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpotensi terus tumbuh dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.</p>



<p>Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ugm.ac.id/id/berita/hadapi-ketidakpastian-ekonomi-global-pemerintah-diminta-perkuat-kebijakan-pembangunan-sdm-dan-transformasi-energi/">Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Pemerintah Diminta Perkuat Kebijakan Pembangunan SDM dan Transformasi Energi</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/ekonomi-indonesia-tetap-solid-meski-harga-komoditas-turun/">Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Harga Komoditas Turun</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</title>
		<link>https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 12:54:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regulasi Digital & E-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=36</guid>

					<description><![CDATA[<p>KADIN TEKANKAN REGULASI EKONOMI DIGITAL YANG ADAPTIF DAN PRO-PERTUMBUHAN Kamar Dagang dan Industri Indonesia menegaskan pentingnya regulasi ekonomi digital yang adaptif, jelas, dan tidak menghambat inovasi. Organisasi tersebut meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin, Firlie Ganinduto, dalam konferensi pers [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/">Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>KADIN TEKANKAN REGULASI EKONOMI DIGITAL YANG ADAPTIF DAN PRO-PERTUMBUHAN</p>



<p>Kamar Dagang dan Industri Indonesia menegaskan pentingnya regulasi ekonomi digital yang adaptif, jelas, dan tidak menghambat inovasi. Organisasi tersebut meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha.</p>



<p>Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin, Firlie Ganinduto, dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada 27 Februari 2026. Ia menilai arah kebijakan digital nasional harus memperkuat daya saing tanpa membebani industri secara berlebihan.</p>



<p>Sorotan pada PP Tunas dan Aturan Ride-Hailing</p>



<p>Kadin menyoroti sejumlah regulasi yang sedang disiapkan pemerintah, termasuk aturan pelaksana Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Selain itu, rancangan regulasi terkait layanan ride-hailing juga menjadi perhatian.</p>



<p>Firlie menjelaskan bahwa Kadin mendukung kebijakan yang melindungi kepentingan nasional, UMKM, dan konsumen. Namun, ia menekankan bahwa detail teknis dalam aturan turunan harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.</p>



<p>Menurutnya, komponen penilaian risiko bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) perlu diperjelas. Parameter, definisi, dan mekanisme pengukuran risiko harus disusun secara transparan agar pelaku usaha dapat memahami kewajiban mereka dengan tepat.</p>



<p>baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://rri.co.id/ekonomi/bisnis/2220622/ketum-idea-kontribusi-ekonomi-digital-indonesia-capai-72-persen-dari-pdb#google_vignette">Ketum idEA: Kontribusi Ekonomi Digital Indonesia Capai 7,2 Persen dari PDB</a></em></strong>&#8220;</p>



<p><mark>“Regulasi harus memberi ruang tumbuh, bukan menutup ruang,” ujar Firlie.</mark>&nbsp;Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan aturan berpotensi menimbulkan interpretasi ganda dan meningkatkan beban kepatuhan yang tidak proporsional.</p>



<p>Keseimbangan antara Proteksi dan Inovasi</p>



<p>Kadin memandang bahwa ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan e-commerce, fintech, dan layanan berbasis aplikasi.</p>



<p>Dalam konteks tersebut, regulasi perlu responsif terhadap perubahan teknologi dan model bisnis. Jika aturan tertinggal dari inovasi, pelaku usaha akan menghadapi hambatan ekspansi dan investasi bisa melambat.</p>



<p>Kadin menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko yang proporsional. Model bisnis platform digital berbeda-beda, sehingga kebijakan satu ukuran untuk semua dinilai kurang efektif. Regulasi harus mempertimbangkan karakteristik sektor agar tidak menghambat kompetisi sehat.</p>



<p>Libatkan Industri Sejak Tahap Awal</p>



<p>Kadin juga meminta pemerintah melibatkan pelaku industri sejak tahap awal penyusunan regulasi. Keterlibatan dini dinilai mampu menghasilkan kebijakan yang lebih realistis dan aplikatif.</p>



<p>Firlie menyatakan dialog terbuka akan membantu pemerintah memahami dinamika operasional industri digital. Dengan komunikasi yang intensif, regulasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan perlindungan konsumen sekaligus kepastian usaha.</p>



<p>Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha menjadi kunci membangun ekosistem digital yang sehat. Pendekatan partisipatif dapat mengurangi risiko revisi kebijakan yang mendadak di kemudian hari.</p>



<p>Menjaga Daya Saing dan Kepercayaan Investor</p>



<p>Regulasi yang adaptif juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor. Kepastian hukum menjadi faktor utama dalam keputusan investasi, terutama di sektor teknologi yang berkembang cepat.</p>



<p>Jika Indonesia mampu menghadirkan kerangka regulasi yang jelas dan konsisten, daya tarik pasar digital nasional akan semakin kuat. Sebaliknya, kebijakan yang berubah-ubah dapat memicu ketidakpastian dan menahan ekspansi pelaku usaha.</p>



<p>Kadin menilai bahwa tujuan perlindungan anak dan konsumen tetap harus menjadi prioritas. Namun, kebijakan tersebut perlu dirancang secara terukur agar tidak mematikan inovasi lokal maupun global.</p>



<p>Outlook: Regulasi Adaptif untuk Ekosistem Berkelanjutan</p>



<p>Ke depan, Kadin berharap pemerintah terus membuka ruang dialog bermakna dengan industri. Regulasi ekonomi digital harus mampu mengikuti dinamika teknologi dan perubahan perilaku konsumen.</p>



<p>Dengan kerangka aturan yang adil, transparan, dan adaptif, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara. Keseimbangan antara proteksi dan pertumbuhan akan menentukan keberlanjutan ekosistem digital nasional.</p>



<p>baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://benang.id/sps-perjanjian-as-ri-ancam-kedaulatan-digital-dan-media-nasional/">SPS: Perjanjian AS-RI Ancam Kedaulatan Digital dan Media Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/">Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
