Update Kebijakan Subsidi & Bansos

Menko Pangan: Proyek PSEL Beri Manfaat bagi Masyarakat

Menko Pangan Sebut PSEL Bogor Raya Beri Manfaat bagi Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Proyek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan sampah yang dinilai sudah berada dalam kondisi darurat.

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 berlangsung di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut akan mengolah sampah perkotaan menjadi energi listrik dengan dukungan teknologi pengolahan yang dirancang untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Baca Juga “Komisi I DPR Buka Suara soal Kasus Kematian Serda Ahmad

Zulkifli mengatakan pemerintah menyederhanakan proses pembangunan PSEL agar proyek dapat berjalan lebih cepat. Menurutnya, penyederhanaan regulasi diperlukan karena persoalan sampah membutuhkan penanganan segera.

Pemerintah Sederhanakan Proses Pembangunan PSEL

Zulkifli menjelaskan pemerintah sebelumnya menghadapi banyak aturan yang membuat pembangunan fasilitas pengolahan sampah membutuhkan proses panjang. Pemerintah kemudian memangkas berbagai ketentuan tersebut untuk mempercepat realisasi proyek.

“Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja,” ujar Zulkifli di Kabupaten Bogor.

Menurut dia, penyederhanaan tersebut diharapkan mempercepat pembangunan fasilitas PSEL. Proyek yang berjalan lebih cepat juga diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi.

Pemerintah sebelumnya menerbitkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 sebagai salah satu dasar percepatan pembangunan fasilitas PSEL. Regulasi tersebut juga menjadi kerangka pengembangan pengolahan sampah perkotaan menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.

PSEL Bogor Raya 1 Masuki Tahap Pembangunan

PSEL Bogor Raya 1 dikembangkan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara bersama entitas pelaksana proyek. Fasilitas tersebut menjadi salah satu proyek PSEL yang masuk dalam gelombang awal pembangunan bersama proyek di Denpasar Raya dan Kota Bekasi.

Proyek Bogor Raya mencakup kebutuhan pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Pengembangan fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

Danantara sebelumnya menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection sebagai mitra pengelola PSEL Bogor Raya. Pemilihan tersebut dilakukan melalui proses seleksi untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Fasilitas Ditargetkan Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

PSEL Bogor Raya 1 dirancang dengan kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah setiap hari. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Berdasarkan informasi terbaru, proyek tersebut diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun. Kapasitas tersebut setara sekitar 45 persen dari timbulan sampah yang dapat diolah di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

Sampah yang diproses nantinya dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. Dengan mekanisme tersebut, proyek tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga menghubungkan pengelolaan limbah dengan kebutuhan energi.

Proyek PSEL Diproyeksikan Kurangi Beban TPA

Pengembangan PSEL Bogor Raya 1 juga membawa target pengurangan dampak lingkungan. Danantara memproyeksikan fasilitas tersebut dapat menekan emisi dari TPA hingga 80 persen.

Proyek ini juga diperkirakan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun. Selain itu, kebutuhan terhadap lahan TPA diproyeksikan dapat berkurang hingga 80 persen.

Pencapaian target tersebut tetap bergantung pada kesiapan fasilitas, pasokan sampah, teknologi pengolahan, serta penerapan standar lingkungan. Karena itu, pembangunan PSEL membutuhkan pengawasan dan tata kelola yang konsisten sejak tahap konstruksi hingga operasi.

PSEL Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Manfaat proyek juga diarahkan pada aspek ekonomi masyarakat sekitar. PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja.

Lapangan kerja tersebut menjadi bagian dari peluang ekonomi yang muncul dari pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah dan energi. Kehadiran fasilitas juga diharapkan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan energi bersih.

Danantara menempatkan aspek pemberdayaan ekonomi lokal sebagai salah satu tujuan pengembangan PSEL. Dengan demikian, manfaat proyek tidak hanya diukur dari kapasitas pengolahan sampah dan produksi energi.

PSEL Bogor Raya Dorong Ekonomi Sirkular

Pengembangan PSEL diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus ditempatkan di TPA, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

Konsep tersebut sejalan dengan upaya membangun ekonomi sirkular. Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dapat mengurangi volume limbah sekaligus menciptakan nilai tambah dari material yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan.

Penerapan model ini tetap membutuhkan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Ketersediaan pasokan sampah dengan volume dan karakteristik yang sesuai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan operasional PSEL.

Pemerintah Siapkan Pengembangan PSEL di Berbagai Daerah

PSEL Bogor Raya 1 merupakan bagian dari program pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi secara bertahap. Pada gelombang awal, proyek Bogor Raya, Kota Bekasi, dan Denpasar Raya telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional.

Danantara kemudian melanjutkan proses pengembangan ke lokasi lain. Pada tahap kedua, seleksi mitra mencakup delapan lokasi yang meliputi 20 kabupaten dan kota.

Pemerintah menempatkan percepatan PSEL sebagai salah satu bagian dari penanganan persoalan sampah perkotaan. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan berjalan bersama penguatan pengelolaan sampah di daerah.

PSEL Bogor Raya 2 Disiapkan di Kota Bogor

Selain Bogor Raya 1 di Galuga, pengembangan berikutnya mencakup PSEL Bogor Raya 2 di kawasan Kayumanis, Kota Bogor. Fasilitas tersebut direncanakan mengolah sampah yang berasal dari Kota Bogor dan Kota Depok.

Pengembangan beberapa fasilitas di kawasan Bogor menunjukkan pendekatan berbasis aglomerasi dalam menangani persoalan sampah. Model tersebut memungkinkan pengelolaan sampah dilakukan berdasarkan kebutuhan kawasan dengan memperhitungkan volume dan sumber timbulan.

Keberadaan PSEL Bogor Raya 1 dan rencana Bogor Raya 2 diharapkan memperkuat kapasitas pengolahan sampah di kawasan tersebut. Namun, keberhasilan program tetap membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat.

PSEL Diharapkan Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

PSEL Bogor Raya 1 membawa beberapa target sekaligus, mulai dari pengolahan sampah, produksi energi, pengurangan emisi, hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah melihat kombinasi manfaat tersebut sebagai bagian dari upaya menangani kondisi persampahan secara lebih terintegrasi.

Bagi masyarakat, manfaat proyek akan sangat bergantung pada kemampuan fasilitas mengolah sampah secara konsisten dan memenuhi standar lingkungan. Pengelolaan yang baik juga diperlukan agar manfaat ekonomi dan energi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

Dengan target operasi pada pertengahan 2028, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 akan memasuki sejumlah tahapan penting sebelum fasilitas beroperasi penuh. Pemerintah dan pengembang perlu memastikan kesiapan lahan, teknologi, pasokan sampah, serta tata kelola agar manfaat proyek dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga “Pemkot Cirebon sebut Pelabuhan Ikan Kejawanan dilengkapi unit pengolah