Prabowo Minta Himbara Perluas Pembiayaan UMKM dan Perkuat Peran dalam Mendorong Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus memiliki peran yang lebih besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menjaga kinerja dan kesehatan bisnis, perbankan milik negara diminta untuk memperluas akses pembiayaan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, setelah mengikuti pertemuan antara Presiden Prabowo dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank anggota Himbara di Istana Negara. Kelima bank tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN yang selama ini menjadi tulang punggung sektor perbankan nasional.
Menurut Rosan, Presiden menilai keberadaan Himbara tidak hanya sebagai institusi keuangan yang berfokus pada pencapaian keuntungan. Sebagai bank yang dimiliki negara, Himbara juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda pembangunan, memperluas pemerataan ekonomi, serta memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar dalam memperoleh akses layanan keuangan.
Prabowo menekankan bahwa manfaat dari keberadaan perbankan harus dapat dirasakan oleh seluruh kelompok masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, pelaku usaha di sektor komersial, hingga perusahaan skala besar atau korporasi, seluruhnya membutuhkan dukungan sistem keuangan yang kuat dan inklusif.
“Perbankan harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, sektor komersial hingga korporasi,” ujar Rosan menyampaikan arahan Presiden usai pertemuan tersebut.
baca juga”Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Capai Rp 52 Triliun“
Himbara Memegang Posisi Penting dalam Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Rosan menjelaskan bahwa kekuatan Himbara dalam industri keuangan nasional sangat besar. Berdasarkan nilai kapitalisasi pasar, Bank Mandiri dan BRI masing-masing memiliki nilai sekitar Rp450 triliun. Sementara itu, BNI memiliki kapitalisasi pasar yang mendekati Rp200 triliun.
Jika digabungkan dengan BSI dan BTN, total kapitalisasi pasar lima bank anggota Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari keseluruhan kapitalisasi pasar perusahaan yang tercatat di Indonesia.
Besarnya skala bisnis tersebut menunjukkan bahwa keputusan dan kebijakan yang dilakukan Himbara dapat memberikan pengaruh luas terhadap perekonomian nasional. Penyaluran kredit, strategi pembiayaan, hingga dukungan terhadap sektor-sektor prioritas pemerintah memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah berharap Himbara mampu menjalankan dua peran secara seimbang. Di satu sisi, bank BUMN harus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan agar tetap kompetitif. Namun di sisi lain, Himbara juga harus menjalankan fungsi pembangunan dengan memperluas akses pembiayaan kepada sektor yang membutuhkan dukungan, terutama UMKM.
Meski mendorong peningkatan pembiayaan, Presiden tetap mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian atau prudential banking. Seluruh bank pemerintah harus menjaga kualitas kredit, menerapkan manajemen risiko yang baik, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan secara profesional dan transparan.
Prabowo Dorong Pembiayaan UMKM Lebih Mudah dan Suku Bunga Kredit Lebih Kompetitif
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah kondisi pembiayaan bagi pelaku UMKM. Rosan menilai masih terdapat ketimpangan dalam akses kredit, di mana sebagian pelaku usaha kecil menghadapi bunga pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar.
Padahal, UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta berperan menjaga aktivitas ekonomi hingga ke daerah-daerah.
Menurut Rosan, pelaku UMKM seharusnya memperoleh dukungan yang lebih baik dari sektor perbankan. Kemudahan akses kredit dan tingkat bunga yang lebih kompetitif dapat membantu usaha kecil meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pembiayaan tidak boleh hanya melihat besarnya keuntungan yang dapat diperoleh bank. Sebaliknya, perbankan nasional perlu mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan dari penyaluran kredit kepada sektor produktif masyarakat.
Dengan dukungan pembiayaan yang lebih luas, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekonomi yang lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada kelompok usaha besar.
Perbankan Menjadi Penggerak Program Pemerintah dan Ketahanan Ekonomi Nasional
Rosan menggambarkan sektor perbankan sebagai “darah” bagi perekonomian karena memiliki fungsi utama mengalirkan dana ke berbagai sektor yang membutuhkan modal. Tanpa dukungan sistem perbankan yang kuat, aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha akan sulit berkembang secara optimal.
Dalam konteks pembangunan nasional, Himbara diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas. Salah satu sektor yang membutuhkan perhatian khusus adalah sektor pangan yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi Indonesia.
Dukungan pembiayaan terhadap sektor pertanian, industri pengolahan pangan, dan rantai pasok dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Selain faktor domestik, pemerintah juga mencermati perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Rosan menyebut penurunan harga minyak dunia hingga berada di bawah US$80 per barel setelah adanya perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dapat menjadi sentimen positif bagi perekonomian.
Harga energi yang lebih terkendali berpotensi mengurangi tekanan biaya produksi dan membantu menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, pemerintah ingin membangun perekonomian yang semakin mandiri dan memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan kondisi internasional. Dalam mencapai tujuan tersebut, keberadaan Himbara menjadi salah satu instrumen penting karena memiliki kapasitas besar untuk mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif.
Dengan kombinasi antara tata kelola yang sehat, prinsip kehati-hatian, dan keberpihakan terhadap masyarakat, Himbara diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
baca juga”DPR Kumpulkan Bos Himbara Bahas Buyback Saham BUMN“