Pajak UMKM & Freelance

Mataram Siapkan Pelatihan UKM untuk Tingkatkan Daya Saing

Mataram Siapkan Pelatihan UKM dan IKM untuk Tingkatkan Daya Saing

Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan belasan program pelatihan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM).

Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha, kualitas produk, daya saing, serta kapasitas bisnis. Pemerintah Kota Mataram menargetkan seluruh rangkaian pelatihan berlangsung hingga akhir 2026.

Baca Juga “Pemerintah Resmi Luncurkan Kredit Bunga 8%, Tanpa Syarat Agunan

Pelatihan Didanai DBHCHT 2026

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan mengatakan kegiatan pelatihan akan menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.

Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp2 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai pelatihan yang menyasar pelaku UKM dan industri di Kota Mataram.

“Karena itu untuk kuota tahun 2026, maka belasan pelatihan UKM dan industri sudah kami siapkan dilaksanakan hingga akhir tahun ini,” kata Jemmy di Mataram, Kamis.

Pemerintah daerah menyiapkan program tersebut untuk memperluas kesempatan pelaku usaha mendapatkan peningkatan keterampilan sekaligus dukungan pengembangan usaha.

UKM Dapat Pelatihan Keterampilan Beragam

Untuk sektor UKM, Disperinkop UKM Mataram menyiapkan sejumlah pelatihan berbasis keterampilan dan peluang usaha.

Materi pelatihan meliputi pembuatan tas dari kain perca, bordir, pembuatan sepatu, barista, pastry, dan pembuatan hantaran.

Ragam materi tersebut dirancang agar peserta dapat memperoleh keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Selain keterampilan produksi, pelatihan juga diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar lebih mampu bersaing di pasar.

IKM Fokus pada Produk Unggulan dan Kebutuhan Tenaga Kerja

Pada sektor industri, pemerintah Kota Mataram menyiapkan pelatihan kerajinan kayu cukly yang menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Disperinkop UKM juga menyiapkan pelatihan kerajinan perak, khususnya bagi komunitas di wilayah Cemare dan Jangkuk.

Program lainnya mencakup pelatihan pengolahan aneka sambal Nusantara, industri tempe, tekstil, dan pengelasan.

Khusus pelatihan pengelasan, Disperinkop UKM akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu menyalurkan peserta yang memiliki kompetensi ke dunia kerja.

“Khusus pelatihan las, kami akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk menyalurkan tenaga kerja siap pakai,” ujar Jemmy.

Peserta Berasal dari Enam Kecamatan

Disperinkop UKM Kota Mataram akan merekrut peserta dari enam kecamatan yang berada di wilayah kota.

Setiap kegiatan pelatihan menargetkan sekitar 25-35 peserta. Komposisi tersebut memungkinkan pelaksanaan pelatihan berlangsung lebih terarah dan memberikan ruang praktik yang memadai.

Peserta tidak hanya memperoleh materi dan keterampilan teknis. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa uang saku dan konsumsi selama kegiatan.

Peserta Mendapat Bantuan Peralatan Usaha

Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga akan mendapatkan bantuan peralatan kerja sesuai dengan bidang keterampilan masing-masing.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat penerapan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

Jemmy mengatakan dukungan peralatan diharapkan membuat peserta dapat langsung memulai usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

Dengan demikian, program tidak berhenti pada peningkatan keterampilan. Pemerintah juga memberikan dukungan awal agar peserta dapat mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Pelatihan Juga Menampung Aspirasi DPRD

Disperinkop UKM Kota Mataram juga mengakomodasi program pelatihan yang berasal dari pokok pikiran anggota DPRD Kota Mataram.

Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah pemilihan.

“Selain sumber anggaran pelatihan dari DBHCHT, ada juga yang dari Pokir DPRD Kota Mataram. Untuk peserta, kami fokuskan di daerah pemilihan masing-masing,” kata Jemmy.

Skema tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di berbagai wilayah Kota Mataram.

Pemerintah Siapkan Pendampingan Setelah Pelatihan

Disperinkop UKM tidak hanya memberikan pelatihan dan bantuan peralatan. Dinas tersebut juga menyiapkan pemantauan terhadap perkembangan peserta setelah program selesai.

Pemantauan bertujuan memastikan peserta benar-benar memanfaatkan keterampilan dan peralatan yang telah diberikan untuk menjalankan kegiatan usaha.

Pemerintah juga menyiapkan tim konsultasi bagi peserta yang menghadapi kendala dalam mengembangkan usaha.

“Kami juga menyiapkan tim konsultasi, agar mereka bisa berkomunikasi terkait kendala selama melaksanakan usaha mereka. Pendampingan, akan kami lakukan sampai mereka mandiri,” ujar Jemmy.

Pelatihan Diharapkan Perkuat Kemandirian Pelaku Usaha

Rangkaian pelatihan UKM dan IKM Kota Mataram pada 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan.

Dukungan berupa peralatan, konsultasi, pemantauan, dan peluang penyaluran tenaga kerja menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan hasil pelatihan.

Dengan anggaran sekitar Rp2 miliar dari DBHCHT serta dukungan program melalui Pokir DPRD, pemerintah daerah memiliki ruang untuk memperluas pembinaan pelaku usaha.

Keberhasilan program selanjutnya akan terlihat dari kemampuan peserta menerapkan keterampilan, menggunakan peralatan secara produktif, dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Baca Juga “DPRA minta KKP normalisasi muara dangkal pascabencana di Bireuen, Aceh