Wapres Gibran Tekankan Infrastruktur Harus Beri Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, proyek infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas konektivitas, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang baru bagi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) di Desa Suboh, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat.
Baca Juga “Sandiaga Uno: Rachmat Gobel Berkontribusi Besar bagi Industri hingga Pembangunan Bangsa“
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) agar dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang selesai tepat waktu diharapkan mampu memperkuat mobilitas, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung aktivitas ekonomi.
Jalan Tol Prosiwangi Jadi Penghubung Strategis Jawa Timur Hingga Banyuwangi
Wapres Gibran menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong penyelesaian berbagai proyek strategis nasional yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Jalan Tol Prosiwangi.
Menurutnya, keberadaan tol tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Selain mempercepat perjalanan, jalan tol ini juga diproyeksikan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis nasional agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Gibran.
Ia berharap Jalan Tol Prosiwangi dapat meningkatkan daya saing kawasan sekaligus menciptakan peluang investasi baru. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Pembangunan Tol Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan pihaknya berkomitmen menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Prosiwangi dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan.
Menurut Rivan, pembangunan jalan tol tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Jasa Marga memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan dengan memperhatikan aspek kualitas, keberlanjutan, serta tata kelola yang baik.
Selain membangun konektivitas, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Kehadiran infrastruktur baru diharapkan dapat mendorong perkembangan kawasan di sekitar jalur tol.
Rivan mengatakan pembangunan Jalan Tol Prosiwangi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik proyek. Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
Tol Prosiwangi Pangkas Waktu Perjalanan Antarwilayah
Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk memangkas waktu perjalanan dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Setelah beroperasi, ruas Probolinggo-Situbondo Barat diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.
Sementara itu, apabila seluruh tahapan pembangunan tol selesai dan beroperasi penuh, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi diperkirakan dapat berkurang menjadi sekitar 3 jam. Sebelumnya, perjalanan jalur tersebut membutuhkan waktu sekitar 5 jam.
Efisiensi waktu tempuh tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi barang, perjalanan wisata, serta aktivitas ekonomi antardaerah.
Peningkatan konektivitas juga dinilai penting bagi kawasan timur Pulau Jawa yang memiliki potensi ekonomi dan pariwisata besar. Infrastruktur jalan yang lebih baik dapat mempercepat pergerakan orang maupun barang.
Bagian Dari Konektivitas Jakarta Hingga Ujung Timur Pulau Jawa
Jalan Tol Prosiwangi menjadi bagian dari pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa. Infrastruktur ini dirancang untuk melengkapi konektivitas dari Jakarta menuju Banyuwangi sebagai salah satu akses utama menuju Pulau Bali.
Dengan semakin terhubungnya jaringan transportasi darat, pemerintah berharap distribusi ekonomi antarwilayah menjadi lebih efisien. Masyarakat juga dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pusat perdagangan, pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor pariwisata.
Pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada manfaat publik menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Keberadaan proyek seperti Jalan Tol Prosiwangi diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui percepatan pembangunan dan pengelolaan yang berkualitas, Jalan Tol Prosiwangi diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan konektivitas, membuka peluang ekonomi, serta mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
Baca Juga “Penguatan rupiah masih ditopang cadangan devisa yang memadai“