HAFISZ TOHIR APRESIASI KINERJA EKONOMI PEMERINTAH, TEKANKAN PENTINGNYA KEBIJAKAN TEPAT SASARAN
Stabilitas ekonomi terjaga, namun daya beli dan investasi asing jadi sorotan utama
Mantan anggota DPR RI, Hafisz Tohir, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa implementasi kebijakan harus lebih presisi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Hafisz, para menteri dalam kabinet telah menunjukkan kerja keras dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik. Ia menilai berbagai kebijakan yang diambil mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga “Inflasi Maret 2026 Melandai Berkat Kebijakan Ekonomi Pemerintah“
“Ibarat dokter, para menteri sudah memberikan resep terbaik berdasarkan diagnosis yang ada,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Secara makro, kondisi ekonomi Indonesia dinilai cukup solid. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi relatif terkendali, dan konsumsi domestik menjadi penopang utama di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga aktif mendorong investasi, hilirisasi industri, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, Hafisz menilai capaian tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Ia menekankan bahwa kebijakan yang baik secara konsep belum tentu efektif jika tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Seperti obat, meskipun bagus, belum tentu cocok untuk semua pasien. Kebijakan ekonomi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menyoroti masih adanya persoalan klasik, seperti daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya serta kesenjangan ekonomi antarwilayah. Di sejumlah daerah, pelaku usaha kecil masih menghadapi tekanan biaya produksi, keterbatasan akses pembiayaan, dan fluktuasi harga bahan pokok.
Hafisz menilai pendekatan kebijakan ekonomi perlu lebih tajam di tingkat mikro. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan adanya tren penurunan investasi asing yang perlu menjadi perhatian serius. Melemahnya minat investor global berpotensi memengaruhi penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan sektor industri nasional.
“Penurunan investasi asing ini harus menjadi alarm. Kita tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi domestik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa faktor kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta konsistensi kebijakan menjadi kunci utama untuk menarik kembali kepercayaan investor. Tanpa perbaikan di sektor tersebut, daya tarik Indonesia di mata investor global dapat melemah.
Dalam pandangannya, tantangan utama pemerintah saat ini bukan hanya merancang kebijakan, tetapi memastikan implementasi berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia mendorong evaluasi berkala terhadap program-program yang berjalan, termasuk membuka ruang koreksi jika diperlukan.
“Jika kebijakan belum efektif, pemerintah harus berani menyesuaikan. Itu hal yang wajar dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.
Hafisz juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan ekonomi tidak berjalan secara parsial. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga kualitas pertumbuhan itu sendiri. Indikator seperti penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari data makro, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. “Yang paling penting adalah apakah masyarakat merasa lebih sejahtera,” ujarnya.
Pernyataan Hafisz mencerminkan kombinasi antara optimisme dan kritik konstruktif. Ia mengakui upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, namun juga menekankan pentingnya kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keseimbangan antara strategi makro dan implementasi mikro menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum positif sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.