<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motor Archives - beritabavet.id</title>
	<atom:link href="https://beritabavet.id/tag/motor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabavet.id/tag/motor/</link>
	<description>Analisis Kebijakan Ekonomi &#38; Regulasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2026 07:49:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Airlangga: Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru</title>
		<link>https://beritabavet.id/airlangga-wisata-belanja-jadi-motor-ekonomi-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 07:49:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Update Kebijakan Subsidi & Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Airlangga Dorong Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru IndonesiaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai wisata belanja atau shopping tourism memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Pemerintah ingin memanfaatkan peningkatan mobilitas wisatawan untuk mendorong aktivitas ritel, kuliner, serta penjualan produk lokal. Baca Juga &#8220;Produksi Minyak Blok Rokan Belum Optimal, Pasokan Listrik Jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/airlangga-wisata-belanja-jadi-motor-ekonomi-baru/">Airlangga: Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Airlangga Dorong Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru Indonesia<br>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai wisata belanja atau shopping tourism memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Pemerintah ingin memanfaatkan peningkatan mobilitas wisatawan untuk mendorong aktivitas ritel, kuliner, serta penjualan produk lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/8277856/produksi-minyak-blok-rokan-belum-optimal-pasokan-listrik-jadi-biang-kerok">Produksi Minyak Blok Rokan Belum Optimal, Pasokan Listrik Jadi Biang Kerok</a></em></strong>&#8220;<br><br>Airlangga menyampaikan hal tersebut saat membuka Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu. Menurutnya, momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan perlu diikuti dengan peningkatan aktivitas belanja di dalam negeri.<br><br>Kunjungan Wisman Tembus 7,45 Juta pada Semester I 2026<br>Airlangga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 7,45 juta orang pada semester I 2026. <mark>Angka tersebut meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</mark><br><br>Menurut Airlangga, wisatawan umumnya mengalokasikan pengeluaran untuk berbagai kebutuhan selama perjalanan. Selain akomodasi, kuliner dan belanja menjadi bagian penting dari aktivitas wisata.<br><br>“Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja,” ujar Airlangga dalam acara tersebut.<br><br>Ia menilai wisata belanja menjadi peluang yang relatif mudah dikembangkan karena basis wisatawan dan sektor ritel Indonesia sudah tersedia. Pemerintah dan pelaku usaha tinggal memperkuat ekosistem agar lebih banyak pengeluaran wisatawan terjadi di dalam negeri.<br><br>Perjalanan Wisnus Capai 630,41 Juta<br>Potensi wisata belanja tidak hanya berasal dari wisatawan asing. Airlangga juga melihat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebagai sumber aktivitas ekonomi yang perlu terus diperkuat.<br><br>Pada semester I 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 630,41 juta perjalanan. Jumlah tersebut tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.<br><br>Besarnya mobilitas wisatawan domestik membuka peluang bagi berbagai sektor. Ritel, kuliner, seni, budaya, dan produk lokal dapat memperoleh manfaat dari peningkatan aktivitas perjalanan tersebut.<br><br>Airlangga mendorong pelaku usaha menghubungkan kegiatan belanja dengan agenda pariwisata dan kebudayaan. Strategi tersebut dapat membuat pengalaman wisata lebih lengkap sekaligus meningkatkan transaksi di daerah tujuan.<br><br>Ritel Modern Bisa Promosikan Produk Lokal<br>Menurut Airlangga, pusat ritel modern dapat berperan sebagai etalase produk Indonesia. Peritel dapat memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui pengalaman belanja yang lebih terintegrasi.<br><br>Integrasi antara pariwisata, budaya, dan ritel juga dapat memperluas peluang pelaku usaha lokal. Produk khas daerah berpotensi memperoleh pasar baru ketika ditempatkan dalam ekosistem wisata yang memiliki arus pengunjung tinggi.<br><br>Pemerintah juga melihat kampanye belanja sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi domestik. Dengan strategi yang tepat, wisatawan tidak hanya mengunjungi destinasi, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi melalui pembelian barang dan jasa.<br><br>Pemerintah Ingin Kurangi Belanja Wisatawan di Luar Negeri<br>Airlangga turut menyoroti besarnya pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perjalanan ke luar negeri. Ia menyebut pembayaran jasa perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai 6,7 miliar dolar AS.<br><br>Menurutnya, sebagian pengeluaran tersebut berpotensi dialihkan ke dalam negeri. Penguatan destinasi dan pusat belanja dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan lebih banyak aktivitas ekonomi di Indonesia.<br><br><mark>“Kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru,” kata Airlangga.</mark><br><br>Upaya tersebut tidak berarti membatasi masyarakat untuk berwisata ke luar negeri. Pemerintah justru perlu meningkatkan daya tarik produk dan layanan domestik agar masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk berbelanja di Indonesia.<br><br>Stok dan Distribusi Jadi Perhatian Peritel<br>Peningkatan permintaan harus diimbangi kesiapan industri ritel. Airlangga meminta pelaku usaha memperhatikan ketersediaan stok, distribusi, dan kualitas produk agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.<br><br>Ketersediaan barang menjadi faktor penting dalam mempertahankan transaksi domestik. Jika konsumen kesulitan menemukan produk yang dibutuhkan, peluang belanja dapat berpindah ke pasar luar negeri.<br><br><mark>“Tentu ini merupakan momentum yang harus kita jaga di tengah situasi perekonomian global yang belum baik-baik saja,” ujar Airlangga.</mark><br><br>Ia menilai sektor ritel Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah dan pelaku ritel perlu memanfaatkan momentum peningkatan mobilitas wisatawan secara berkelanjutan.<br><br>Wisata Belanja Berpeluang Perkuat Ekonomi Domestik<br>Peningkatan kunjungan wisman dan perjalanan wisnus memberikan basis pasar yang besar bagi pengembangan wisata belanja. Tantangannya adalah mengubah tingginya mobilitas tersebut menjadi transaksi yang lebih banyak di dalam negeri.<br><br>Integrasi ritel dengan pariwisata, kuliner, seni, dan budaya dapat menjadi salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pada saat yang sama, pelaku usaha perlu memastikan produk tersedia dengan kualitas dan harga yang kompetitif.<br><br>Jika ekosistem tersebut berjalan konsisten, wisata belanja dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah kini perlu memperkuat kolaborasi dengan peritel dan sektor pariwisata agar potensi tersebut menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.antaranews.com/berita/5711447/kemenekraf-dorong-talenta-teknologi-baru-hasilkan-produk-berdaya-saing">Kemenekraf dorong talenta teknologi baru hasilkan produk berdaya saing</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/airlangga-wisata-belanja-jadi-motor-ekonomi-baru/">Airlangga: Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri PPN: Ekonomi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Indonesia</title>
		<link>https://beritabavet.id/menteri-ppn-ekonomi-hijau-jadi-motor-pertumbuhan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 07:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Update Kebijakan Subsidi & Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri PPN]]></category>
		<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menteri PPN Dorong Ekonomi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan IndonesiaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut ekonomi hijau dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan baru Indonesia. Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6–8 persen sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan. Baca Juga &#8220;Singgung Sinergi Merah Putih, Calon Gubernur BI Jamin Independensi&#8220; Rachmat menyampaikan pandangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/menteri-ppn-ekonomi-hijau-jadi-motor-pertumbuhan-indonesia/">Menteri PPN: Ekonomi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menteri PPN Dorong Ekonomi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Indonesia<br>Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut ekonomi hijau dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan baru Indonesia. Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6–8 persen sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/8277882/singgung-sinergi-merah-putih-calon-gubernur-bi-jamin-independensi">Singgung Sinergi Merah Putih, Calon Gubernur BI Jamin Independensi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rachmat menyampaikan pandangan tersebut dalam Indonesia Sustainability 360 Forum di Jakarta, Rabu. Menurutnya, prinsip keberlanjutan kini perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi standar tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi Hijau Masuk Strategi Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045<br>Pemerintah telah memasukkan ekonomi hijau sebagai salah satu pilar transformasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai visi Indonesia Emas 2045. Salah satu sasarannya adalah mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rachmat menilai penerapan ekonomi hijau dapat memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Pendekatan ini juga diharapkan mampu memberikan kepastian dan daya tarik lebih besar bagi investasi berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam dokumen RPJPN dan RPJMN, ekonomi hijau kita tetapkan sebagai pilar utama transformasi menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Rachmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi Hijau Ditargetkan Ciptakan 1,2 Juta Lapangan Kerja<br>Bappenas melihat ekonomi hijau memiliki potensi ekonomi yang cukup besar bagi Indonesia. Penerapannya diproyeksikan dapat menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja hijau setiap tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain penciptaan lapangan kerja, strategi tersebut ditargetkan mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata 6–7 persen per tahun. Pemerintah juga menargetkan peningkatan pendapatan nasional bruto menjadi sekitar 30.300 dolar AS per kapita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi lingkungan, transformasi ekonomi hijau diharapkan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 33 juta ton CO2e. Pertumbuhan ekonomi tersebut tetap diarahkan agar sejalan dengan target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menggabungkan agenda pertumbuhan ekonomi dengan pengendalian dampak lingkungan. Ekonomi hijau tidak hanya dipandang sebagai kebijakan lingkungan, tetapi juga sebagai strategi untuk menciptakan nilai ekonomi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hilirisasi Hijau Fokus pada Mineral Kritis<br>Rachmat menjelaskan bahwa pemerintah ingin mengubah keunggulan komparatif berupa sumber daya alam menjadi keunggulan kompetitif dengan nilai tambah lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu caranya melalui percepatan industrialisasi dan hilirisasi hijau. Sektor mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit menjadi bagian dari fokus pengembangan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah mendorong agar proses hilirisasi menggunakan rantai pasok yang efisien dan rendah emisi. Langkah tersebut penting agar produk Indonesia mampu memenuhi tuntutan standar karbon yang semakin berkembang di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini sekaligus menjadi tantangan bagi industri nasional. Peningkatan kapasitas produksi perlu berjalan bersama dengan penggunaan teknologi yang dapat menekan emisi dan meningkatkan efisiensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transisi Energi Didorong Lewat Energi Terbarukan<br>Selain sektor industri, pemerintah mempercepat transformasi pada sektor energi. Pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah emisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber energi yang didorong mencakup tenaga surya, angin, panas bumi, dan hidro. Pemerintah juga mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi serta pemanfaatan bahan bakar nabati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transisi tersebut memiliki peran penting karena kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Pengembangan sumber energi yang lebih bersih diharapkan dapat mendukung kebutuhan tersebut tanpa meningkatkan emisi secara berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi Sirkular Ubah Limbah Menjadi Sumber Daya<br>Pemerintah juga memasukkan ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi ekonomi hijau. Konsep ini mendorong pemanfaatan kembali material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor industri dapat memanfaatkan limbah produksi sebagai sumber daya sekunder. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan food loss, food waste, dan sampah plastik sebagai bahan baku alternatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi biaya produksi. Pada saat yang sama, pendekatan ekonomi sirkular dapat mengurangi jumlah material yang berakhir sebagai limbah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi Perlu Selaras untuk Menarik Investasi Hijau<br>Rachmat menekankan perlunya penyelarasan regulasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sinkronisasi kebijakan diperlukan untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor ekonomi hijau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kebijakan transisi hijau seharusnya mendorong efisiensi dan peningkatan nilai tambah. Teknologi menjadi instrumen penting agar transformasi tersebut tidak justru meningkatkan beban birokrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadikan transisi hijau sebagai instrumen efisiensi biaya dan peningkatan nilai tambah melalui teknologi, bukan penambah beban birokrasi,” kata Rachmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi Hijau Jadi Bagian dari Agenda Pertumbuhan Jangka Panjang<br>Pernyataan Menteri PPN tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan ekonomi hijau sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang. Fokusnya mencakup penciptaan lapangan kerja, hilirisasi, transisi energi, ekonomi sirkular, dan peningkatan daya saing industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan target tersebut berjalan konsisten melalui regulasi yang selaras dan investasi teknologi. Jika diterapkan secara efektif, ekonomi hijau dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target emisi Indonesia</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.antaranews.com/berita/5711501/phr-operasikan-tempat-penampungan-awal-minyak-di-lapangan-sumur-baru">PHR operasikan tempat penampungan awal minyak di lapangan sumur baru</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/menteri-ppn-ekonomi-hijau-jadi-motor-pertumbuhan-indonesia/">Menteri PPN: Ekonomi Hijau Jadi Motor Pertumbuhan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
