Menhub Pastikan Penyeberangan Selat Sunda Tetap Beroperasi
Layanan penyeberangan di Selat Sunda masih berjalan di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan operasional penyeberangan belum mengalami gangguan berarti dan masih dapat melayani masyarakat.
Kementerian Perhubungan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi penyeberangan, terutama pada lintasan Merak-Bakauheni. Pemerintah juga meminta seluruh otoritas pelabuhan dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik.
Dudy mengatakan pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap penerbangan. Kondisi perairan dan operasional kapal juga menjadi perhatian untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman.
Operasional Penyeberangan Masih Berjalan
Dudy menjelaskan layanan penyeberangan di Selat Sunda masih dapat dilakukan secara operasional. Pemerintah terus memperbarui informasi terkait kondisi di lapangan untuk menentukan langkah yang diperlukan.
Baca Juga “Soekarno-Hatta Ditutup, Penerbangan Jeddah dan Madinah Dialihkan ke Kertajati“
“Kami tidak hanya memonitor kondisi penerbangan, tapi kami juga memonitor penyeberangan di Selat Sunda khususnya, di mana saat ini secara operasional penyeberangan masih bisa dilakukan,” kata Dudy.
Meski layanan masih berjalan, operator diminta tidak mengabaikan perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keputusan untuk melanjutkan pelayaran harus tetap mempertimbangkan faktor keselamatan.
Kementerian Perhubungan juga meminta operator kapal dan pelabuhan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Langkah tersebut penting untuk memastikan informasi mengenai kondisi terbaru dapat diterima dengan cepat.
Keselamatan Pelayaran Tetap Menjadi Prioritas
Pemerintah mengingatkan operator agar tidak memaksakan pelayaran ketika kondisi dinilai tidak aman. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pihak yang terlibat tetap menjadi pertimbangan utama.
Aktivitas vulkanik dapat berubah sehingga kondisi operasional perlu dipantau secara berkala. Karena itu, operator harus mengikuti perkembangan informasi sebelum mengambil keputusan terkait perjalanan kapal.
Selain aspek keselamatan, pemerintah juga memperhatikan kondisi kesehatan penumpang. Operator pelabuhan dan kapal diimbau menyediakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik.
Jumlah Penumpang Merak-Bakauheni Menurun
Di tengah aktivitas erupsi, pemerintah belum menambah jumlah kapal pada lintasan Merak-Bakauheni. Dudy mengatakan kapasitas armada yang tersedia masih mencukupi kebutuhan penyeberangan.
Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan jumlah penumpang. Sebagian masyarakat disebut memilih menunda perjalanan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda.
“Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,” ujar Dudy.
Penurunan permintaan membuat penambahan armada belum menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah akan menyesuaikan jumlah kapal dengan perkembangan volume penumpang dan kondisi operasional.
Masyarakat Diimbau Memantau Informasi Terbaru
Masyarakat yang berencana menggunakan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni perlu memperhatikan informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan. Kondisi aktivitas vulkanik dapat berubah dan berpotensi memengaruhi keputusan operasional.
Penumpang juga disarankan mengikuti arahan petugas selama berada di pelabuhan maupun kapal. Penggunaan masker dapat menjadi langkah perlindungan tambahan apabila terdapat paparan abu vulkanik.
Maskapai dan operator penyeberangan juga memiliki peran penting dalam menyampaikan perubahan layanan kepada pengguna jasa. Informasi yang cepat dan akurat dapat membantu masyarakat menyesuaikan rencana perjalanan.
Pemerintah Lanjutkan Pemantauan Selat Sunda
Kementerian Perhubungan memastikan pemantauan penyeberangan akan terus dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait. Pemerintah akan mengevaluasi kondisi berdasarkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan situasi operasional di lapangan.
Untuk saat ini, penyeberangan Selat Sunda masih dapat beroperasi dan belum membutuhkan tambahan kapal. Namun, kondisi tersebut dapat berubah apabila faktor keselamatan atau volume penumpang mengalami perubahan signifikan.
Pemerintah menempatkan keselamatan sebagai dasar setiap keputusan operasional. Dengan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi antarinstansi, layanan penyeberangan diharapkan tetap dapat mendukung mobilitas masyarakat secara aman.
Baca Juga “Kemenhub siapkan bandara alternatif akibat erupsi Gunung Anak Krakatau“