Pertamina Perkuat Penyaluran Biosolar di Bengkulu dengan Tambahan Alokasi dan Pengawasan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus mengoptimalkan distribusi Biosolar subsidi di Provinsi Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan alokasi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan konsumsi.
Baca Juga “Temui ByteDance dan Huawei, Airlangga Bahas Peluang Investasi Teknologi“
Optimalisasi penyaluran dilakukan setelah adanya peningkatan permintaan Biosolar di beberapa wilayah Bengkulu. Kondisi tersebut menyebabkan antrean dan waktu tunggu pengisian di sejumlah SPBU mengalami peningkatan, terutama dari pengguna kendaraan angkutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kelancaran distribusi. Upaya tersebut mencakup penyesuaian pasokan, percepatan suplai, hingga pengaturan antrean di area SPBU.
“Pertamina terus melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan alokasi di SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi, percepatan suplai ke Fuel Terminal Pulau Baai, hingga pengaturan antrean oleh petugas marshal agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan optimal,” ujar Rusminto.
Pertamina Tambah Alokasi Biosolar di SPBU dengan Permintaan Tinggi
Pertamina memahami adanya keluhan dari sebagian pengemudi angkutan terkait antrean pengisian Biosolar di beberapa lokasi. Peningkatan konsumsi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebutuhan bahan bakar subsidi meningkat pada titik tertentu.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina meningkatkan penyaluran Biosolar di SPBU 21.391.11 Kabupaten Kepahiang menjadi 16 kiloliter per hari. Penambahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan menjaga ketersediaan bahan bakar bagi pengguna yang berhak.
Selain Kabupaten Kepahiang, Pertamina juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebutuhan Biosolar di seluruh SPBU wilayah Bengkulu. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan penyesuaian distribusi agar pasokan tetap merata.
Pertamina memastikan pengaturan distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi konsumsi di lapangan. Dengan langkah tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kebutuhan dan pemerataan pasokan energi.
Distribusi Biosolar Disesuaikan dengan Perubahan Pola Konsumsi
Pertamina turut memperhatikan perubahan pola konsumsi BBM akibat adanya pengaturan penyaluran bahan bakar di sejumlah daerah yang berbatasan dengan Bengkulu.
Perubahan aktivitas kendaraan antarwilayah dapat memengaruhi tingkat permintaan Biosolar di beberapa SPBU. Karena itu, Pertamina terus memantau perkembangan kebutuhan agar distribusi dapat disesuaikan secara cepat.
Penyesuaian pasokan menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan Biosolar subsidi tanpa mengabaikan ketentuan pemerintah. Pertamina juga memastikan setiap wilayah pelayanan mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Pertamina, kelancaran distribusi tidak hanya bergantung pada jumlah pasokan, tetapi juga membutuhkan kerja sama dari masyarakat dalam menggunakan BBM subsidi sesuai aturan.
Pertamina Perketat Pengawasan Penyaluran Biosolar Subsidi
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina memperkuat pengawasan agar Biosolar subsidi diterima oleh konsumen yang memenuhi ketentuan.
Pengawasan dilakukan melalui sistem verifikasi transaksi menggunakan QR Code Subsidi Tepat. Petugas juga melakukan pencocokan nomor polisi kendaraan serta memantau transaksi yang menunjukkan indikasi penyalahgunaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik pelangsiran maupun penggunaan Biosolar subsidi yang tidak sesuai aturan. Kendaraan yang terbukti melakukan penyalahgunaan akan dimasukkan ke dalam daftar negatif sehingga tidak dapat kembali melakukan transaksi Biosolar subsidi.
“Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan Biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai dengan ketentuan pemerintah,” kata Rusminto.
Penerapan sistem digital melalui QR Code Subsidi Tepat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan transparansi penyaluran BBM subsidi. Dengan sistem tersebut, Pertamina dapat melakukan pemantauan transaksi secara lebih terarah.
Masyarakat Diminta Tertib Saat Mengisi Biosolar di SPBU
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pengguna kendaraan juga diminta mematuhi arahan petugas SPBU agar proses pelayanan berjalan lebih lancar.
Masyarakat diharapkan menjaga ketertiban selama antrean pengisian Biosolar. Sikap tertib pengguna kendaraan dapat membantu mempercepat pelayanan dan mengurangi kepadatan di area SPBU.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi. Laporan dapat disampaikan melalui aparat terkait atau Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina berupaya menjaga ketersediaan Biosolar di Bengkulu sekaligus memastikan distribusi energi subsidi berjalan tepat sasaran. Evaluasi pasokan dan penguatan pengawasan akan terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat serta sektor transportasi tetap terpenuhi.
Baca Juga “Khofifah: Kolaborasi jadikan Jatim produsen gula-lumbung padi nasional“