Bulog Siapkan Perombakan Manajemen GMM untuk Atasi Keluhan Petani Tebu
Perum Bulog berencana melakukan pembenahan menyeluruh di PT Gendhis Multi Manis (GMM) setelah muncul keluhan dari petani tebu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Langkah tersebut diambil menyusul terganggunya penyerapan hasil panen akibat belum optimalnya operasional pabrik gula milik anak usaha Bulog tersebut.
Persoalan ini menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap petani yang mengandalkan musim panen tebu sebagai sumber pendapatan utama. Bulog menilai perbaikan tata kelola dan operasional perusahaan diperlukan agar hubungan kemitraan dengan petani dapat berjalan lebih baik.
baca juga”Pemerintah Siapkan Strategi Pajak 2027 Perkuat Ekonomi“
Bulog Usulkan Pergantian Manajemen untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, mengatakan perusahaan telah mengusulkan perubahan susunan manajemen PT Gendhis Multi Manis kepada pihak terkait. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan efektivitas operasional.
Menurut Tomi, setiap masukan yang disampaikan petani menjadi bahan evaluasi penting bagi Bulog. Perusahaan berkomitmen menghadirkan perbaikan yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani tebu dan seluruh pemangku kepentingan dalam industri gula nasional.
Perubahan manajemen diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan koordinasi operasional, serta memperkuat hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani sebagai pemasok bahan baku utama.
Perbaikan Fasilitas Produksi Jadi Fokus Pembenahan
Selain melakukan evaluasi terhadap jajaran manajemen, Bulog juga mengusulkan perbaikan fasilitas produksi di PT Gendhis Multi Manis. Salah satu fokus utama adalah pembaruan dan perbaikan mesin boiler yang menjadi bagian penting dalam proses pengolahan tebu menjadi gula.
Usulan tersebut telah diajukan kepada pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku. Perbaikan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan keandalan operasional pabrik sehingga proses giling berjalan lebih lancar saat musim panen berlangsung.
Menurut Bulog, kesiapan fasilitas produksi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan penyerapan tebu dari petani. Ketika pabrik beroperasi optimal, hasil panen dapat terserap dengan lebih baik dan rantai pasok industri gula tetap terjaga.
Gangguan Operasional Pabrik Berdampak pada Penyerapan Tebu
Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis belum dapat beroperasi secara penuh akibat kendala teknis pada mesin produksi. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas penyerapan tebu menurun dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani.
Operasional pabrik gula memiliki peran strategis dalam ekosistem pergulaan nasional. Selain menyerap hasil panen petani, keberadaan pabrik juga menjadi penggerak ekonomi di daerah sentra produksi tebu.
Bulog menegaskan berbagai langkah perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
GMM Bentuk Tim Khusus untuk Membantu Penyerapan Hasil Panen
Sebagai langkah jangka pendek, PT Gendhis Multi Manis telah membentuk tim khusus yang bertugas membantu proses penyerapan hasil panen petani. Tim tersebut juga bertanggung jawab menyusun skema pengalihan tebu ke pabrik gula lain yang masih memiliki kapasitas produksi.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis, Sri Emilia Mudiyanti, menjelaskan bahwa perusahaan tengah melakukan pendataan wilayah dan pabrik yang dapat membantu menyerap tebu petani dari Blora dan sekitarnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen tidak terbuang dan petani tetap memiliki akses pasar selama proses perbaikan operasional berlangsung.
Protes Petani Jadi Alarm bagi Industri Pergulaan
Rencana pembenahan ini muncul setelah sejumlah petani melakukan aksi protes di depan pabrik gula GMM. Dalam aksi tersebut, petani meluapkan kekecewaan karena hasil panen mereka tidak dapat segera diserap oleh pabrik.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa kelancaran operasional pabrik gula sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha petani. Keterlambatan penyerapan dapat meningkatkan risiko kerugian karena kualitas tebu akan menurun jika tidak segera diolah.
Sri Emilia menjelaskan bahwa berbagai langkah penanganan masih terus dikoordinasikan bersama pihak terkait. Sebagai bagian dari BUMN, setiap kebijakan yang diambil harus melalui proses evaluasi dan mekanisme tata kelola yang berlaku.
Pembenahan Diharapkan Perkuat Kemitraan dengan Petani
Industri gula nasional membutuhkan sinergi yang kuat antara petani, pabrik pengolahan, dan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan produksi. Karena itu, perbaikan yang dilakukan Bulog diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi kemitraan dalam jangka panjang.
Perombakan manajemen, peningkatan fasilitas produksi, serta upaya menjaga penyerapan hasil panen menjadi langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan petani. Ke depan, Bulog berharap PT Gendhis Multi Manis dapat beroperasi lebih optimal dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan industri gula nasional yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
baca juga”Respons Protes Petani, Anak Usaha Bulog Jamin Tebu Lokal Terserap“