Update Kebijakan Subsidi & Bansos

SKK Migas Dorong Pasok Hulu Migas dari Lokal

SKK Migas Perkuat Pasokan Hulu Migas Lewat Industri Lokal

SKK Migas memperkuat strategi pemenuhan kebutuhan sektor hulu minyak dan gas bumi dengan mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Sucofindo dan PT Duraquipt Cemerlang.

baca juga”UMKM Tak Perlu Cemas, Transaksi QRIS Aman

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan langsung ke fasilitas produksi Duraquipt di Depok. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat industri manufaktur lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor di sektor migas.

Strategi TKDN untuk Dorong Industri Nasional

Sekretaris SKK Migas, Luky Agung Yusgiantoro, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini dituangkan dalam Pedoman Tata Kerja (PTK) yang menjadi acuan bagi seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Menurutnya, dukungan terhadap industri dalam negeri bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional. Ia menilai manufaktur lokal memiliki kemampuan bersaing, khususnya dalam produksi pompa industri.

Luky juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Profesionalisme tenaga kerja dinilai menjadi kunci keberhasilan industri dalam menghadapi persaingan global.

Peran Sucofindo dalam Sertifikasi dan Standarisasi

PT Sucofindo berperan dalam memastikan kualitas produk melalui layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Vice President Strategic Business Unit Trade, Industry, & Marine, Aditya Rahman Aziz, menyebut kerja sama ini memperkuat kesiapan industri nasional.

Ia mengungkapkan bahwa Duraquipt telah memperoleh 27 sertifikasi TKDN dengan nilai rata-rata 40 hingga lebih dari 50 persen. Capaian ini menunjukkan kemampuan industri lokal dalam memenuhi standar sektor hulu migas.

Aditya menilai kolaborasi antara regulator, BUMN, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem migas yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Duraquipt Tunjukkan Kapasitas Industri Lokal

CEO PT Duraquipt Cemerlang, Steven Sutanto, menyampaikan bahwa perusahaannya berkomitmen menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

Duraquipt memproduksi berbagai jenis pompa industri, termasuk pompa proses kimia sesuai standar ANSI/ASME, pompa sentrifugal API 610, pompa reciprocating API 674, serta pompa pemadam kebakaran sesuai standar NFPA 20.

Selain produksi, perusahaan juga menyediakan layanan pemeliharaan dan perbaikan, termasuk kontrak layanan jangka panjang. Produk dan layanan ini tidak hanya digunakan di sektor migas, tetapi juga di industri lain seperti petrokimia, energi, dan pertambangan.

Dampak terhadap Ketahanan Energi Nasional

Penguatan industri lokal di sektor hulu migas dinilai memiliki dampak strategis terhadap ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan produk dalam negeri, biaya operasional dapat ditekan dan ketergantungan impor berkurang.

Selain itu, pengembangan industri lokal juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas teknologi nasional. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah menuju kemandirian energi.

Kolaborasi Menuju Industri Migas yang Mandiri

SKK Migas menilai sinergi antara regulator, BUMN, dan sektor swasta menjadi fondasi penting dalam membangun industri migas yang kuat. Dukungan terhadap TKDN akan terus ditingkatkan melalui kebijakan dan pengawasan yang konsisten.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak perusahaan lokal untuk berpartisipasi dalam rantai pasok industri migas. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai negara dengan industri energi yang mandiri dan kompetitif.

Penutup: Industri Lokal Jadi Pilar Hulu Migas

Langkah SKK Migas dalam mendorong penggunaan produk lokal menunjukkan arah kebijakan yang jelas menuju kemandirian industri. Dukungan terhadap perusahaan seperti Duraquipt menjadi bukti bahwa manufaktur dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan sektor strategis.

Dengan peningkatan kualitas, sertifikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, industri lokal berpotensi menjadi tulang punggung pengembangan sektor hulu migas Indonesia di masa depan.

baca juga”Ubah Tantangan jadi Kesempatan, Pelajar Hulu Migas Rancang Inovasi Masa Depan