<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>regulasi Archives - beritabavet.id</title>
	<atom:link href="https://beritabavet.id/tag/regulasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabavet.id/tag/regulasi/</link>
	<description>Analisis Kebijakan Ekonomi &#38; Regulasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 15:59:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Investor Migas Dorong Kepastian Regulasi dan Kebijakan</title>
		<link>https://beritabavet.id/investor-migas-dorong-kepastian-regulasi-dan-kebijakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 15:59:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Update Kebijakan Subsidi & Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Migas]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Investor Migas Menunggu Kepastian Regulasi di Tengah Peluang Investasi Global Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi hulu minyak dan gas (migas). Namun, sejumlah pelaku industri menilai peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika pemerintah mampu menghadirkan kepastian regulasi dan menjaga konsistensi kebijakan ekonomi nasional. Di tengah meningkatnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/investor-migas-dorong-kepastian-regulasi-dan-kebijakan/">Investor Migas Dorong Kepastian Regulasi dan Kebijakan</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Investor Migas Menunggu Kepastian Regulasi di Tengah Peluang Investasi Global</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi hulu minyak dan gas (migas). Namun, sejumlah pelaku industri menilai peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika pemerintah mampu menghadirkan kepastian regulasi dan menjaga konsistensi kebijakan ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Di tengah meningkatnya risiko investasi di kawasan Timur Tengah, investor energi global mulai mencari negara alternatif yang menawarkan stabilitas politik, kepastian hukum, dan prospek sumber daya yang menjanjikan.</mark>&nbsp;Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk mengambil peran tersebut, terutama karena potensi cadangan migas yang masih luas dan pasar energi domestik yang terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.pojokpapua.id/yudo-sadewa-soroti-kebijakan-ekonomi">Yudo Sadewa Soroti Dampak Kebijakan Fiskal Moneter Ketat</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investasi Migas Global Tetap Tumbuh Meski Konflik Timur Tengah Memanas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan World Energy Investment yang diterbitkan oleh International Energy Agency memperkirakan investasi hulu migas global masih meningkat tipis pada 2026 menjadi sekitar US$546 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan tersebut, konflik di Timur Tengah memang meningkatkan ketidakpastian pasar energi. Gangguan terhadap jalur distribusi, fasilitas produksi, dan pasokan global berpotensi memengaruhi harga minyak serta gas dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, belanja investasi migas tetap terjaga karena banyak proyek telah memperoleh persetujuan sebelumnya. Selain itu, perusahaan energi global masih mempertahankan strategi investasi jangka panjang untuk menjaga pasokan energi dan mengantisipasi pertumbuhan permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan tersebut juga mencatat investasi sektor gas alam diperkirakan tumbuh sekitar 8 persen, sementara investasi sektor minyak mengalami penurunan terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia Gencar Menawarkan Wilayah Kerja Migas Baru</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan daya tarik investasi hulu migas. Dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana penawaran 118 wilayah kerja migas kepada investor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari jumlah tersebut, 25 wilayah telah memiliki kontrak kerja sama, 43 wilayah masih berada dalam tahap studi bersama, dan 50 wilayah lainnya sedang dipersiapkan untuk studi lanjutan maupun pengumpulan data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah juga menawarkan sejumlah kemudahan untuk meningkatkan minat investor. Salah satunya adalah fleksibilitas dalam pengelolaan Dana Hasil Ekspor (DHE) yang selama ini menjadi perhatian sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pemerintah membuka peluang pemberian insentif fiskal bagi proyek-proyek yang membutuhkan dukungan tambahan agar tetap memiliki tingkat keekonomian yang menarik bagi investor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor Melihat Indonesia Sebagai Alternatif Kawasan Aman</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Indonesia (Aspermigas), Moshe Rizal, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang sebelumnya berfokus pada kawasan Timur Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang relatif jauh dari wilayah konflik menjadi nilai tambah bagi investor yang mencari lokasi investasi dengan risiko geopolitik lebih rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain faktor stabilitas, Indonesia juga memiliki cadangan gas bumi yang masih besar. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi global, terutama gas alam yang semakin dibutuhkan untuk mendukung industri pusat data dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Moshe mengingatkan bahwa investor saat ini tidak hanya memperhatikan regulasi sektor migas. Mereka juga menilai arah kebijakan ekonomi nasional secara keseluruhan, termasuk konsistensi aturan yang dapat memengaruhi iklim investasi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya Saing Investasi Masih Terhambat Faktor Nonteknis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan investasi sektor energi. Salah satu kekuatan utama adalah keberadaan puluhan cekungan migas yang belum dieksplorasi secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, menurutnya, berbagai hambatan nonteknis masih menjadi kendala utama. Birokrasi yang panjang, koordinasi antarinstansi yang belum optimal, serta perubahan regulasi yang kerap terjadi dinilai mengurangi daya tarik investasi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hadi menambahkan bahwa aspek komersial, teknis, dan fiskal di sektor migas sebenarnya telah mengalami banyak perbaikan. Akan tetapi, tantangan administratif dan ketidakpastian kebijakan masih sering menghambat realisasi investasi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mencontohkan keberhasilan negara seperti Guyana yang mampu meningkatkan produksi migas secara signifikan dalam waktu relatif singkat berkat iklim investasi yang kompetitif dan kepastian kebijakan yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepastian Hukum Jadi Faktor Penentu Investasi Jangka Panjang</p>



<p class="wp-block-paragraph">Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, menilai tantangan terbesar sektor migas Indonesia saat ini adalah kepastian hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyoroti proses revisi Undang-Undang Migas yang belum rampung selama lebih dari satu dekade. Kondisi tersebut dianggap memberikan sinyal bahwa arah kebijakan sektor migas masih belum sepenuhnya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, ketergantungan pada peraturan tingkat kementerian atau pemerintah membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi bernilai besar dan berjangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, proyek hulu migas membutuhkan investasi miliaran dolar dengan periode pengembangan yang bisa berlangsung puluhan tahun. Dalam kondisi seperti itu, kepastian hukum menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluang Besar Harus Diimbangi Reformasi Kebijakan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan utama investasi migas di Asia Tenggara ketika investor global mencari kawasan yang lebih aman dari gejolak geopolitik. Potensi cadangan migas yang besar, kebutuhan energi domestik yang terus meningkat, serta prospek pertumbuhan gas alam menjadi modal yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, peluang tersebut tidak akan optimal tanpa reformasi kebijakan yang konsisten. Kepastian regulasi, penyederhanaan perizinan, koordinasi lintas sektor yang lebih baik, dan percepatan penyelesaian revisi Undang-Undang Migas menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberhasilan Indonesia menarik investasi migas tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menciptakan iklim usaha yang stabil, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://masakini.co/2026/05/29/pelemahan-rupiah-dinilai-dipicu-tekanan-global-bukan-fundamental-ekonomi-indonesia/">Pelemahan Rupiah Dinilai Dipicu Tekanan Global, Bukan Fundamental Ekonomi Indonesia</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/investor-migas-dorong-kepastian-regulasi-dan-kebijakan/">Investor Migas Dorong Kepastian Regulasi dan Kebijakan</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</title>
		<link>https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 12:54:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regulasi Digital & E-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabavet.id/?p=36</guid>

					<description><![CDATA[<p>KADIN TEKANKAN REGULASI EKONOMI DIGITAL YANG ADAPTIF DAN PRO-PERTUMBUHAN Kamar Dagang dan Industri Indonesia menegaskan pentingnya regulasi ekonomi digital yang adaptif, jelas, dan tidak menghambat inovasi. Organisasi tersebut meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin, Firlie Ganinduto, dalam konferensi pers [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/">Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">KADIN TEKANKAN REGULASI EKONOMI DIGITAL YANG ADAPTIF DAN PRO-PERTUMBUHAN</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamar Dagang dan Industri Indonesia menegaskan pentingnya regulasi ekonomi digital yang adaptif, jelas, dan tidak menghambat inovasi. Organisasi tersebut meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan ruang tumbuh bagi pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin, Firlie Ganinduto, dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada 27 Februari 2026. Ia menilai arah kebijakan digital nasional harus memperkuat daya saing tanpa membebani industri secara berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sorotan pada PP Tunas dan Aturan Ride-Hailing</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadin menyoroti sejumlah regulasi yang sedang disiapkan pemerintah, termasuk aturan pelaksana Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Selain itu, rancangan regulasi terkait layanan ride-hailing juga menjadi perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Firlie menjelaskan bahwa Kadin mendukung kebijakan yang melindungi kepentingan nasional, UMKM, dan konsumen. Namun, ia menekankan bahwa detail teknis dalam aturan turunan harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, komponen penilaian risiko bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) perlu diperjelas. Parameter, definisi, dan mekanisme pengukuran risiko harus disusun secara transparan agar pelaku usaha dapat memahami kewajiban mereka dengan tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://rri.co.id/ekonomi/bisnis/2220622/ketum-idea-kontribusi-ekonomi-digital-indonesia-capai-72-persen-dari-pdb#google_vignette">Ketum idEA: Kontribusi Ekonomi Digital Indonesia Capai 7,2 Persen dari PDB</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Regulasi harus memberi ruang tumbuh, bukan menutup ruang,” ujar Firlie.</mark>&nbsp;Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan aturan berpotensi menimbulkan interpretasi ganda dan meningkatkan beban kepatuhan yang tidak proporsional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keseimbangan antara Proteksi dan Inovasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadin memandang bahwa ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan e-commerce, fintech, dan layanan berbasis aplikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks tersebut, regulasi perlu responsif terhadap perubahan teknologi dan model bisnis. Jika aturan tertinggal dari inovasi, pelaku usaha akan menghadapi hambatan ekspansi dan investasi bisa melambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadin menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko yang proporsional. Model bisnis platform digital berbeda-beda, sehingga kebijakan satu ukuran untuk semua dinilai kurang efektif. Regulasi harus mempertimbangkan karakteristik sektor agar tidak menghambat kompetisi sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Libatkan Industri Sejak Tahap Awal</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadin juga meminta pemerintah melibatkan pelaku industri sejak tahap awal penyusunan regulasi. Keterlibatan dini dinilai mampu menghasilkan kebijakan yang lebih realistis dan aplikatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Firlie menyatakan dialog terbuka akan membantu pemerintah memahami dinamika operasional industri digital. Dengan komunikasi yang intensif, regulasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan perlindungan konsumen sekaligus kepastian usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha menjadi kunci membangun ekosistem digital yang sehat. Pendekatan partisipatif dapat mengurangi risiko revisi kebijakan yang mendadak di kemudian hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjaga Daya Saing dan Kepercayaan Investor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi yang adaptif juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor. Kepastian hukum menjadi faktor utama dalam keputusan investasi, terutama di sektor teknologi yang berkembang cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Indonesia mampu menghadirkan kerangka regulasi yang jelas dan konsisten, daya tarik pasar digital nasional akan semakin kuat. Sebaliknya, kebijakan yang berubah-ubah dapat memicu ketidakpastian dan menahan ekspansi pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadin menilai bahwa tujuan perlindungan anak dan konsumen tetap harus menjadi prioritas. Namun, kebijakan tersebut perlu dirancang secara terukur agar tidak mematikan inovasi lokal maupun global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Outlook: Regulasi Adaptif untuk Ekosistem Berkelanjutan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Kadin berharap pemerintah terus membuka ruang dialog bermakna dengan industri. Regulasi ekonomi digital harus mampu mengikuti dinamika teknologi dan perubahan perilaku konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kerangka aturan yang adil, transparan, dan adaptif, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara. Keseimbangan antara proteksi dan pertumbuhan akan menentukan keberlanjutan ekosistem digital nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://benang.id/sps-perjanjian-as-ri-ancam-kedaulatan-digital-dan-media-nasional/">SPS: Perjanjian AS-RI Ancam Kedaulatan Digital dan Media Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://beritabavet.id/kadin-dorong-regulasi-ekonomi-digital-adaptif/">Kadin Dorong Regulasi Ekonomi Digital Adaptif</a> appeared first on <a href="https://beritabavet.id">beritabavet.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
