Update Kebijakan Subsidi & Bansos

Antrean BBM Kalbar Terurai, PPN Tambah Mobil Tangki

ANTREAN BBM KALBAR MULAI TERURAI, PERTAMINA TAMBAH MOBIL TANGKI
Kondisi Antrean di SPBU Berangsur Normal

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah Kalimantan Barat mulai terurai. Perbaikan ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya masyarakat menghadapi antrean panjang akibat lonjakan permintaan.

Sales Area Manager Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan bahwa kondisi distribusi BBM per 23 Maret 2026 secara umum berjalan aman dan lancar. Ia menyebutkan bahwa wilayah seperti Pontianak dan Kubu Raya telah kembali normal.

Namun, beberapa daerah lain masih mengalami kepadatan antrean. Kabupaten Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang berada dalam kondisi sedang, sementara Sambas dan Landak masih membutuhkan penanganan tambahan untuk mengurai antrean.

baca juga”BNI Tutup Internet Banking Mulai 21 April 2026

Lonjakan Permintaan Picu Antrean Panjang

Lonjakan konsumsi BBM menjadi faktor utama terjadinya antrean. Dalam periode 9 hingga 22 Maret 2026, penyaluran bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari.

Angka ini meningkat sekitar 19,8 persen dibandingkan kondisi normal. Bahkan, puncak kenaikan mencapai 54 persen pada 20 Maret 2026.

Kondisi ini diperparah oleh fenomena panic buying di masyarakat. Banyak pengguna kendaraan membeli BBM dalam jumlah lebih besar dari biasanya karena kekhawatiran akan kelangkaan pasokan.

Di sisi lain, konsumsi Solar justru mengalami penurunan sebesar 3,7 persen menjadi 1.420 kiloliter per hari. Meski demikian, sempat terjadi lonjakan hingga 20 persen pada 18 Maret 2026.

Penambahan Mobil Tangki dan Operasi 24 Jam

Untuk mengatasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah cepat dengan menambah armada mobil tangki. Selain itu, operasional Integrated Terminal Pontianak juga ditingkatkan menjadi 24 jam penuh.

Langkah ini bertujuan mempercepat distribusi BBM ke SPBU yang mengalami kekurangan pasokan. Dengan distribusi yang lebih intensif, antrean di sejumlah titik mulai berkurang secara signifikan.

Penguatan distribusi juga mencakup peningkatan frekuensi pengiriman serta prioritas suplai ke SPBU dengan permintaan tinggi. Dalam beberapa kasus, mobil tangki turut mendapatkan pengawalan untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu.

Jaminan Pasokan BBM Nasional Tetap Aman

BPH Migas memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman, termasuk selama periode Lebaran 2026.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi. Pemerintah terus memantau distribusi dan kualitas BBM agar tetap sesuai standar.

Pernyataan ini memberikan kepastian bahwa gangguan yang terjadi di Kalimantan Barat lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan lokal, bukan karena kekurangan stok secara nasional.

Distribusi Diperkuat hingga 140 Persen

Sebelumnya, Pertamina telah meningkatkan distribusi BBM di Kalimantan Barat hingga 140 persen dari kondisi normal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang meningkat tajam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, kondisi yang mulai kondusif menunjukkan bahwa strategi percepatan distribusi berjalan efektif. Namun, ia juga mengingatkan bahwa antrean dapat kembali terjadi jika pola konsumsi tidak wajar terus berlanjut.

Dampak dan Prospek Distribusi BBM ke Depan

Peristiwa antrean BBM di Kalimantan Barat menunjukkan pentingnya manajemen distribusi yang adaptif terhadap lonjakan permintaan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mencegah panic buying.

Ke depan, integrasi sistem distribusi dan pemantauan konsumsi secara real time diperkirakan akan menjadi solusi untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Secara keseluruhan, kondisi antrean yang mulai terurai menjadi sinyal positif bahwa pasokan dan distribusi BBM kembali terkendali. Dengan penguatan logistik dan koordinasi lintas pihak, diharapkan situasi serupa dapat diantisipasi lebih cepat pada masa mendatang.

baca juga”Promo MyPertamina 2026: Isi BBM hingga Belanja Dapat Double Points