Wamendag Dorong Ekspansi Ekspor Fortuna Shoes
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong Fortuna Shoes memperluas pasar ekspor produk alas kaki buatan Bandung. Pemerintah menilai kualitas produk perusahaan tersebut memiliki daya saing dan peluang untuk berkembang di pasar internasional.
Dyah menyampaikan hal itu saat mengunjungi fasilitas Fortuna Shoes di Bandung, Senin. Ia melihat industri alas kaki memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Dyah, Fortuna Shoes telah memasuki sejumlah pasar luar negeri. Produk perusahaan tersebut antara lain telah dipasarkan ke Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa.
Fortuna Shoes Dinilai Punya Daya Saing Global
Dyah mengapresiasi kualitas produk yang dihasilkan Fortuna Shoes. Menurutnya, kemampuan menembus pasar internasional menunjukkan bahwa produk alas kaki lokal memiliki peluang bersaing dengan produk dari negara lain.
Baca Juga “Wamendag: Fortuna Shoes Bukti Produk Indonesia Mampu Bersaing Global“
“Kami sangat bangga karena kualitas sepatunya juga sangat bagus dan berdaya saing di pasar internasional,” ujar Dyah.
Ia menilai keberadaan pasar ekspor penting bagi pengembangan industri alas kaki nasional. Perluasan pasar dapat membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia dalam rantai perdagangan global.
Kementerian Perdagangan pun berkomitmen membantu pelaku industri lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi dan asistensi untuk pasar domestik maupun internasional.
Kemendag Siapkan Fasilitasi Akses Pasar
Menurut Dyah, pemerintah tidak hanya mendorong perusahaan meningkatkan ekspor. Pemerintah juga berupaya menciptakan kondisi perdagangan yang mendukung keberlanjutan industri dalam negeri.
“Kami di Kementerian Perdagangan akan selalu membantu dan memfasilitasi agar pasarnya aman. Para produsen ini bisa berjualan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.
Pendekatan tersebut menjadi penting bagi industri padat karya seperti alas kaki dan tekstil. Perluasan pasar dapat membantu perusahaan menjaga aktivitas produksi dan mempertahankan kebutuhan tenaga kerja.
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan kementerian lain untuk memperkuat industri. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah pemenuhan komponen Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Industri Alas Kaki Berikan Dampak bagi Tenaga Kerja
Dyah turut menyoroti kontribusi Fortuna Shoes terhadap masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan produksi perusahaan dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari 60 persen pekerja Fortuna Shoes merupakan perempuan. Sebagian karyawan bahkan telah bekerja selama dua hingga tiga dekade.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri alas kaki tidak hanya berperan sebagai sektor produksi. Industri ini juga dapat menjadi sumber penghidupan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar kawasan produksi.
Dyah berharap kontribusi tersebut terus berkembang seiring dengan peningkatan kapasitas perusahaan dan perluasan pasar ekspor.
Pemerintah Perkuat Perlindungan Industri Dalam Negeri
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga mengambil langkah untuk melindungi industri nasional dari tekanan produk impor. Salah satu instrumennya adalah penerapan kebijakan antidumping terhadap produk tertentu yang berpotensi mengganggu persaingan usaha.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga persaingan perdagangan tetap sehat. Industri dalam negeri diharapkan memiliki ruang yang cukup untuk berkembang tanpa menghadapi tekanan impor yang tidak wajar.
Bagi industri alas kaki, perlindungan pasar domestik dan perluasan ekspor dapat berjalan beriringan. Pasar dalam negeri dapat menjadi basis produksi, sementara pasar internasional memberikan ruang pertumbuhan tambahan.
Trade Expo Indonesia Jadi Peluang Ekspansi Baru
Fortuna Shoes juga berpeluang memperkenalkan produknya kepada calon pembeli dari berbagai negara melalui Trade Expo Indonesia. Pameran perdagangan tersebut dapat menjadi sarana untuk mempertemukan produsen lokal dengan mitra bisnis internasional.
Dyah berharap keikutsertaan Fortuna Shoes membuka peluang baru di luar pasar yang telah digarap perusahaan.
“Harapannya, dengan keterlibatan Fortuna Shoes dalam pameran tersebut, perusahaan mendapatkan kesempatan memperluas pasar ke negara lain,” ujar Dyah.
Keikutsertaan dalam pameran internasional dapat membantu produsen memperkenalkan kapasitas dan kualitas produknya secara langsung kepada calon pembeli. Bagi perusahaan yang telah memiliki pengalaman ekspor, forum seperti ini juga dapat menjadi pintu masuk menuju pasar baru.
Ekspansi Ekspor Jadi Agenda Berikutnya
Dorongan pemerintah terhadap Fortuna Shoes mencerminkan upaya memperkuat ekspor produk manufaktur bernilai tambah. Industri alas kaki memiliki peluang untuk berkembang karena mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menghasilkan produk yang dapat dipasarkan ke berbagai negara.
Dengan pasar yang telah mencakup Jepang, Inggris, dan sejumlah negara Eropa, Fortuna Shoes memiliki fondasi untuk memperluas jangkauan ekspornya.
Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas, meningkatkan efisiensi produksi, memenuhi kebutuhan pasar global, dan memperkuat kandungan lokal. Jika aspek tersebut dapat dijaga, ekspansi pasar berpotensi memberikan manfaat lebih besar bagi perusahaan dan ekonomi daerah.
Baca Juga “Wamendag dorong perluasan ekspor sepatu asal Bandung Fortuna Shoes“